Mahathir Mohamad kini jabat sebagai Perdana Menteri sementara Malaysia. Foto: Facebook/Channel News Asia
Mahathir Mohamad kini jabat sebagai Perdana Menteri sementara Malaysia. Foto: Facebook/Channel News Asia

Menanti Gebrakan Mahathir Membentuk Pemerintahan Baru

Internasional anwar ibrahim politik malaysia mahathir mohamad
Fajar Nugraha • 27 Februari 2020 12:18
Putrajaya: Malaysia masih menunggu akhir dari kekacauan politik setelah keputusan Mahathir Mohamad untuk mundur dari jabatan perdana menteri. Kini Mahathir diminta Raja Malaysia menjabat perdana menteri sementara dan mengawal pembentukan pemerintahan baru.
 
Mahathir pun melakukan pertemuan lagi dengan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah hari ini. Diketahui juga jika Jaksa Agung Tengku Maimun Tuan Mat berada di Istana Negara.
 
Sosok raja saat ini menjadi penentu siapa yang akan menjadi nahkoda Malaysia. Mahathir yang berusia 94 tahun akan bersaing dengan Anwar Ibrahim. Berusia 72 tahun, Anwar mengklaim disokong koalisi Pakatan Harapan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Raja telah bertemu dengan 222 anggota parlemen terpilih selama dua hari dalam upaya untuk mengakhiri krisis.
 
Pengunduran diri Mahathir memecah belah koalisi dengan Anwar yang telah mencetak kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pada 2018. Ini melenceng dari janji Mahathir sebelum Pemilu 2018, bahwa dirinya akan menyerahkan kekuasaan pada Anwar dalam waktu dua tahun.
 
Ketika memberikan keterangan pers dengan petinggi Pakatan Harapan pada Rabu 26 Februari, Anwar mengatakan, menentang pembentukan ‘pemerintah pintu belakang’. Dia menambahkan bahwa tiga partai dari mantan koalisi yang berkuasa Pakatan Harapan telah mengusulkan namanya kepada raja sebagai calon perdana menteri.
 
"Kami menunggu keputusan Raja," katanya dalam konferensi pers.
 
Mengenai masa depan pemerintahan Malaysia, Mahathir menegaskan dirinya berharap bisa memimpin pemerintahan yang bersatu. Pemerintahan ini harus mengutamakan kepentingan nasional.
 
“Benar atau salah, politik dan partai politik harus dipisahkan untuk saat ini,” tegas Mahathir, seperti dikutip The Star, Kamis, 27 Februari 2020.
 
“Jika diizinkan, saya akan mencoba membentuk pemerintahan non-partisan yang tidak memihak partai manapun. Hanya kepentingan nasional yang menjadi prioritas,” tegasnya.
 
Mengenai perdana menteri, Mahathir menjelaskan bahwa akan memberi jalan kepada pemimpin baru. Namun keputusan berada di Dewan Rakyat untuk menentukan.
 
Tetapi Mahathir dan partainya, Parti Pribumi Bersatu Malaysia sudah memutuskan untuk keluar dari koalisi Pakatan Harapan. Dia menambahkan, jika Bersatu bergabung dengan PAS dan UMNO maka dia akan menerima setiap mantan anggota UMNO.
 
Bagi Mahathir, dia akan keluar dari pemerintah jika terpaksa umtuk bergabung dengan koalisi UMNO yang menjalankan pemerintahan. Menurutnya, sikap UMNO yang dipenuhi korupsi tidak akan bisa dia terima.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif