Masyarakat Tiongkok gunakan masker di ruang publik. (Foto: AFP).
Masyarakat Tiongkok gunakan masker di ruang publik. (Foto: AFP).

Tiongkok Minta Masyarakat Indonesia tak Panik Soal Korona

Internasional Virus Korona
Marcheilla Ariesta • 07 Februari 2020 18:00
Beijing: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying mengatakan masyarakat Indonesia tidak perlu panik dengan kedatangan WNI dari Wuhan. Menurut dia, para pelajar RI itu sehat.
 
"Kami mendengar bahwa beberapa orang di Indonesia panik dengan kedatangan para pelajar ini. Tidak perlu (panik) sama sekali," tutur Hua dalam jumpa pers di Beijing.
 
Dalam transkrip wawancara yang diterima dari Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Jumat 7 Februari 2020, Hua mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menjelaskan Novel Coronavirus bukan pandemik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap, setiap orang dapat menilai situasi epidemi dengan tenang, rasional, dan berbasis sains, serta tidak memercayai rumor atau bereaksi berlebihan," imbuhnya.
 
Selain itu, Hua mengatakan Tiongkok menerima para pelajar ini kembali ke Negeri Tirai Bambu usai masalah virus nCoV ini selesai.
 
Sebelumnya, ada sekitar 238 WNI yang dijemput dari Wuhan, Tiongkok. Kini mereka dikarantina untuk diobservasi di Natuna.
 
Selain 238 orang, ada pula puluhan orang lainnya yang turut dikarantina. Mereka adalah tim penjemput ke Wuhan, China serta kru pesawat. Dengan demikian, jumlah WNI yang dikarantina di Natuna sebanyak 285 orang.
 
Pemulangan ini sempat memicu protes dari warga Natuna. Mereka khawatir bisa terpapar virus korona.
 
Meski demikian, pemerintah Indonesia menjamin seluruh WNI yang dievakuasi dari Wuhan dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit korona.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat kesehatan global atas wabah virus korona yang telah menewaskan 638 jiwa ini. Virus itu pertama kali muncul dari pasar hewan liar di kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok.
 
Virus tersebut dilaporkan telah menjangkiti 31.515 orang di 28 negara, termasuk di enam negara Asia Tenggara. Meski banyak korban meninggal, namun pasien yang sembuh dari penyakit ini mencapai 1.644 jiwa.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif