Muncul Isu Tabrakan Kapal, Singapura Beri Bantahan
Wilayah laut Singapura dikenal sebagai salah satu yang tersibuk di Asia Tenggara. (Foto: Discover SG).
Singapura: Muncul kabar yang menyebutkan bahwa ada tabrakan antara patroli penjaga pantai Singapura dengan kapal dari Indonesia pada 31 Oktober 2018. Pihak Singapura kemudian membantah hal tersebut.
 
Pihak Kedutaan Besar Singapura di Jakarta menjelaskan bahwa yang terjadi adalah pada 31 Oktober pukul 3.04 sore, kapal patroli penjaga pantai Singapura mendeteksi adanya sekelompok sampan yang telah secara ilegal. Sampan itu memasuki dan mengambil ikan di wilayah perairan Singapura (STW) sebelah selatan pulau St. John.
 
"Kapal patroli penjaga pantai Singapura kemudian melakukan pengejaran. Kapal patroli Singapura mengetahui bahwa salah satu sampan terbalik didalam area STW," ujar pernyataan Kedutaan Besar Singapura, dalam keterangan tertulis yang dikutip Medcom.id, dari akun Facebook Kedubes Singapura, Jumat, 2 November 2018.
 
"Petugas patroli Singapura kemudian melihat sampan lain berusaha membantu sampan yang terbalik lalu menarik pergi sampan tersebut, sebelum kapal patroli Singapura mendekat. Petugas patroli Singapura kemudian memberikan peringatan kepada orang-orang yang berada di sampan lain untuk tidak memasuki perairan Singapura secara ilegal," imbuh pernyataan ini.
‍‍‍‍‍‍ ‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Lebih lanjut pihak Kedubes menambahkan bahwa kapal patroli penjaga pantai Singapura dilengkapi dengan CCTV yang tidak menangkap gambar adanya tabrakan. Inspeksi teknis dari kapal patroli Singapura juga tidak menangkap adanya indikasi tabrakan tersebut.
‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Singapura pun memperingatkan bahwa polisi Singapura tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum terhadap siapa saja yang memasuki Singapura secara ilegal.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id