IORA Upayakan Potensi Kerja Sama Ekonomi dalam Maritim
Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir membuka diskusi panel tingkat tinggi negara anggota IORA, di Nusa Dua, Jumat 7 Desember 2018. (Foto: Dok. Kemenlu RI).
Nusa Dua: Indian Ocean Rim Association (IORA) atau Asosiasi Negara Samudera Hindia melakukan pertemuan panel dalam level pejabat tinggi. Pertemuan ditujukan untuk mendukung pertumbuhan inklusif dalam program dan kegiatan IORA.

Sebagai panduan arah masa depan IORA, pada KTT IORA yang pertama pada Maret 2017 lalu dihasilkan The Jakarta Concorde dan Plan of Action 2017-2021. Menurut Wamenlu Fachir sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengalihkan rencana aksi menjadi implementasi praktis.

“Mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar negara anggota IORA adalah negara maritim, kami sepakat bahwa kebijakan yang berorientasi pada masyarakat pesisir harus diintegrasikan dalam IORA Enam Wilayah Prioritas. Itu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan yang inklusif dan adil melalui aktivitas dan program IORA,” ujar Wamenlu Fachir saat membuka panel tingkat pejabat tinggi negara IORA, di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat, 7 Desember 2018.


“Tujuan kami adalah untuk memfasilitasi semua komunitas di negara anggota IORA dalam memetik hasil sosial dan ekonomi yang lebih besar, berdasarkan potensi maritim wilayah kita,” imbuh Wamenlu.

Dan untuk mencapai pertumbuhan seperti itu semua pihak harus memastikan keamanan di Samudera Hindia, mempromosikan perdagangan, meningkatkan konektivitas, mengembangkan kerja sama pariwisata, mempromosikan perikanan berkelanjutan dan memfasilitasi peluang dan pertumbuhan yang setara. Ini adalah cakupan yang diharapkan akan ditangani selama panel tingkat tinggi IORA ini.

“Tentu saja ini bukan tugas yang mudah. Namun saya optimis minat bersama kita akan menarik bersama ke dalam kerja sama yang lebih besar. Kita harus menemukan cara baru, ide-ide baru untuk mencapai tujuan ini. Kita harus memberdayakan mekanisme kerja sama IORA yang ada sebagai blok yang ada. Kita harus memperkuat dialog dari negara anggota dan mitra dialog,” tuturnya.

Bagi kebanyakan negara, agenda maritim tinggi dalam daftar prioritas mereka. Tidak hanya di antara negara anggota IORA tetapi juga di seluruh dunia. Karena ekonomi global sangat bergantung pada stabilitas, keselamatan, dan keamanan lautan.
Sorotan dari kondisi ini dan mempertimbangkan geografi Indonesia, pada tahun 2014, Presiden

Joko Widodo meluncurkan visi Indonesia sebagai titik tumpuan maritim global. Melalui visi ini, Indonesia menempatkan tinggi  dalam mengembangkan kerja sama maritim di Samudera Hindia dan Pasifik.

Indonesia menilai lautan sebagai bentuk geostrategis tunggal dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional. “Pada tahun 2017, kami telah menerjemahkan visi ini ke dalam rencana aksi untuk memperkuat berbagai aspek maritim Indonesia dalam hal keamanan, stabilitas, lingkungan, dan potensi konflik. Di luar negeri, manifestasi visi ini dapat diamati antara lain dalam mempromosikan kerja sama Indo Pasifik yang menjunjung tinggi prinsip inklusivitas, transparansi, keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional,” sebut Wamenlu.

Visi ini pun telah dibawa ke ASEAN dan mendapatkan tanggapan positif sehingga menggarisbawahi sentralitas ASEAN dalam membangun kerja sama kawasan yang komprehensif. Dengan demikian, pada bagian pertama tahun 2019, Indonesia berharap untuk menyelenggarakan dialog maritim Indo Pasifik di Jakarta.

“Di era globalisasi ini, laut harus menyatukan kita dan tidak menjadi pemecah belah. Laut harus menjadi sumber kerja sama dan bukan sumber konfrontasi,” tegas Wamenlu.

Diharapkan negara-negara IORA mendapatkan manfaat dari terutama adalah masyarakat yang di pantai. Dalam pertemuan 7-8 Desember ini bisa menghasilkan kerjas ama konkret dan memaksimalkan diskusi dengan rekan dialog negara anggota IORA yang sekarang berjumlah sembilan negara.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id