Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).
Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).

Bagikan Video Penembakan Christchurch, Pria Selandia Baru Dibui

Internasional Penembakan Selandia Baru
Marcheilla Ariesta • 18 Juni 2019 10:33
Christchurch: Pria Selandia Baru dipenjara selama 21 bulan karena membagikan video mengerikan serangan di dua masjid di Christchurch. Penembakan pada 15 Maret itu menewaskan 51 jemaah Muslim yang tengah melakukan ibadah salat Jumat.
 
Philip Arps, 44, ditangkap di Christchurch empat hari usai kejadian penembakan yang dilakukan Brenton Tarrant. Arps mengaku bersalah atas dua tuduhan membagikan materi yang tidak pantas untuk berbagi rekaman yang disiarkan langsung ke media sosial.
 
Pengadilan Christchurch mendengar Arps mendistribusikan rekaman mentah kepada sekitar 30 orang. "Ini sebenarnya adalah kejahatan rasial terhadap komunitas Muslim," kata Hakim Stephen O'Driscoll, dilansir dari laman AFP, Selasa, 18 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan sangat kejam membagikan video serangan tersebut pada hari-hari usai kejadian. Pasalnya, kerabat masih menunggu untuk mendengar berita mengenai orang tercinta mereka.
 
O'Driscoll menambahkan, Arps telah melakukan kesalahan. Dan hukuman yang tepat adalah hukuman penjara.
 
Baca juga:Pelaku Penembakan di Christchurch Mengaku Tak Bersalah
 
Kepala sensor Selandia Baru, David Shanks mengklasifikasi video penembakan di masjid tersebut sebagai konten yang tidak pantas usai kejadian. Karenanya, tindakan membagikan rekaman itu merupakan kejahatan yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.
 
Shanks juga melarang publikasi manifesto yang diunggah penembak sebelum serangan. Menurut dia, manifesto tersebut dimaksudkan untuk menginspirasi pembunuhan dan terorisme.
 
Pekan lalu, dalam persidangannya, Tarrant mengaku tidak bersalah atas perbuatannya. Dia bahkan tersenyum saat pernyataan tidak bersalahnya dibacakan oleh pengacara.
 
Dia ditahan dan dijatuhi 51 tuduhan pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif