Warga membersihkan puing bangunan yang hancur diguncang gempa 7,8 SR di Lapangan Durbar, Kathmandu, Nepal -- AFP / PRAKASH MATHEMA
Warga membersihkan puing bangunan yang hancur diguncang gempa 7,8 SR di Lapangan Durbar, Kathmandu, Nepal -- AFP / PRAKASH MATHEMA

Jaringan Komunikasi Buruk, Kemlu Sulit Hubungi WNI di Nepal

Willy Haryono • 26 April 2015 10:15
medcom.id, Dhaka: Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,8 Skala Richter yang mengguncang Nepal pada Sabtu kemarin menewaskan lebih dari 1.200 orang. 
 
Menurut informasi Kementerian Luar Negeri RI, terdapat belasan Warga Negara Indonesia yang menetap di Nepal. 
 
"#updateNepal KBRI Dhaka berhasil menghubungi beberapa WNI di Nepal, jaringan komunikasi yg blm stabil menyulitkan upaya kontak," demikian ditulis Kemlu dalam akun Twitter, Minggu (26/4/2015). 

Pemerintah di seluruh dunia menawarkan bantuan ke Nepal, yang dilanda bencana alam terburuk dalam 80 tahun terakhir. Tiongkok mengerahkan 62 anggota tim Search and Rescue (SAR) ke Nepal, enam di antaranya adalah anjing pelacak. 
 
Sementara India menerbangkan pesawat Angkatan Udara India C-130 J Super Hercules ke Nepal. Pesawat ini membawa Angkatan Bantuan Bencana Nasional (NDRF-National Disaster Response Force) dan logistik ke Nepal.
 
Seperti dilansir The Times of India, C-17 Globemaster juga sedang dipersiapkan untuk membawa 40 anggota Tim Medis dan dokter ke lokasi gempa. Pesawat transportasi A 1L-76 pun segera diterbangkan untuk membawa NDRF lebih banyak. 
 
Gempa 7,8 SR melanda sekitar 80 kilometer sebelah timur Kota Pokhara, Nepal. Kuatnya gempa juga membuat ibu kota India, New Delhi dan beberapa kota lainnya merasakan guncangan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan