Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

51 Anak TK Terluka dalam Serangan Kimia di Tiongkok

Internasional tiongkok
Medcom • 12 November 2019 15:53
Beijing: 51 anak-anak, terluka oleh seorang pria yang masuk ke sebuah taman kanak-kanak menyemprotkan mereka dengan cairan kimia beracun di Tiongkok pada Selasa.
 
“Tersangka, pria yang bermarga Kong berusia 23 tahun, memasuki taman kanak-kanak dengan memanjat dinding sebelum menyemprotkan korban dengan natrium hidroksida,” kata pihak berwenang setempat di kota Kaiyuan.
 
Disitat dari AFP, Selasa, 12 November 2019, Sekitar 51 anak dan tiga guru dirawat di rumah sakit untuk perawatan. Dua guru diduga mengalami gejala yang cukup parah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Serangan itu terjadi pada hari Senin pukul 3.35 sore,” tambah pihak berwenang di akun Weibo seperti Twitter. Polisi menangkap Kong kurang dari satu jam setelah serangan itu.
 
"Orangtua tersangka telah bercerai selama masa kecilnya. Tersangka merasa terpukul akibat kurangnya kehangatan dan keharmonisan keluarga yang mengakibatkan distorsi psikologis. Pekerjaan dan kehidupan Zhang juga tidak memuaskan," ujar pihak berwenang setempat.
 
“Semua ini menciptakan masalah mentalitas pesimistis dan obsesi pembalasan terhadap masyarakat", imbuh mereka.
 
Serangan kekerasan yang menargetkan anak-anak sekolah bukan hal tidak biasa di Tiongkok. Telah menyaksikan banyak insiden mematikan selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya sering melibatkan penikaman.
 
Pada April tahun lalu, seorang lelaki berusia 28 tahun membunuh sembilan siswa sekolah menengah ketika mereka pulang ke rumah dalam salah satu serangan pisau paling menikam di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
 
Pembunuh itu, yang mengatakan telah diintimidasi ketika menghadiri sekolah di Provinsi Shaanxi. Dia pun dieksekusi pada September 2018.
 
Kemudian pada 2018, seorang wanita yang menggunakan pisau melukai 14 anak-anak di sebuah taman kanak-kanak di Provinsi Sichuan. Ada juga, seorang pria yang berusia 39 tahun menebas siswa ketika mereka kembali ke ruang kelas setelah olahraga pagi.
 

 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif