Mahasiswa Chinese University of Hong Kong, melakukan protes pemerintah saat wisuda 7 November 2019. Foto: AFP
Mahasiswa Chinese University of Hong Kong, melakukan protes pemerintah saat wisuda 7 November 2019. Foto: AFP

Jatuh saat Protes, Mahasiswa Hong Kong Meninggal

Internasional Protes Hong Kong
Medcom • 08 November 2019 14:30
Hong Kong: Seorang mahasiswa dari sebuah universitas Hong Kong yang jatuh saat protes pada akhir pekan lalu di Hong Kong, meninggal pada Jumat dini hari. Ini adalah kematian pertama selama protes antipemerintah berjalan sejak Juni lalu.
 
Otoritas Rumah Sakit mengonfirmasi bahwa Alex Chow Tsz-lok meninggal karena luka dideritanya. Dia adalah mahasiswa dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong dan mengikuti kursus sarjana dua tahun di departemen ilmu komputer.
 
Seperti dikutip Channel News Asia, Jumat, 8 November 2019, para pelajar dan anak muda bersama ratusan orang lainnya turun ke jalan sejak Juni mendesak demokrasi yang lebih besar. Di antara tuntutan lainnya adalah menentang campur tangan Tiongkok di pusat keuangan Asia itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun Chow menderita luka-luka yang tidak jelas, polisi mengatakan dia diyakini jatuh dari satu lantai ke lantai lain di tempat parkir. Insiden itu terjadi selama operasi pembubaran di sebuah distrik di timur semenanjung Kowloon pada akhir pekan.
 
Banyak demonstran memadati rumah sakit untuk berdoa bagi Chow dan juga mengadakan demonstrasi di universitas-universitas di seluruh bekas jajahan Inggris tersebut.
 
Kematian Chow diperkirakan akan memicu protes baru, kemarahan dan kebencian terhadap polisi yang sudah berada di bawah tekanan besar di tengah tuduhan kekuatan yang berlebihan saat Hong Kong bergulat dengan krisis politik terburuk dalam beberapa dekade.
 
Demonstrasi Hong Kong dimulai dari rencana dikeluarkannya rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Namun RUU itu sudah dihapus tetapi aksi protes masih tetap berlanjut.
 
Para pedemo terus mengimbau mereka untuk hak pilih yang lebih luas. Tuntutan lainnya termasuk penyelidikan independen terhadap tindakan keras polisi terhadap.
 
Jumlah orang yang ambil bagian dalam demonstrasi sebagian besar telah berkurang dari jutaan yang berpartisipasi pada Juni, tetapi kekerasan dan vandalisme telah meningkat.
 
Akhir pekan lalu para pedemo antipemerintah memadati pusat perbelanjaan dalam bentrokan dengan polisi yang melihat seorang pria menikam orang dengan pisau dan menggigit telinga politisi setempat.
 
“Pada Jumat malam, sekolah berencana mengadakan rapat umum di distrik kelas pekerja Kwun Tong,” kata pengunjuk rasa dalam imbauannya.
 

 

 
Penulis: Fitri Nur Rizkyani
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif