medcom.id, New York: Kiprah pasukan Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diakui komunitas internasional. Namun risiko tetap dihadapi oleh para prajurit yang bertugas di wilayah konflik.
PBB pun memberikan penghargaan kepada seorang prajurit Indonesia yang gugur dalam tugas di Sudan. Prajurit Kepala Julius Nggaba Ndapakamang, gugur saat bertugas di Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB, UNAMID, di Sudan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Wakil Tetap RI di PBB, Dian Triansyah Djani di New York, Amerika Serikat, 24 Mei.
Penghargaan Dag Hammarskjöld Medal tahun ini diberikan kepada 33 Perwakilan negara anggota PBB yang mewakili 93 keluarga dari personel militer atau polisi maupun sipil yang telah gugur selama bertugas di MPP PBB pada 2016.
"Meskipun bangga atas peran serta pasukan Indonesia dalam sumbangannya menjaga perdamaian dunia, namun merupakan hal yang sedih jika menerima kabar adanya pasukan Indonesia gugur dalam melaksanakan misi perdamian PBB," ujar Dubes Dian Triansyah Djani, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 25 Mei 2017.
"Sejak 1957 hingga 2017, Indonesia telah kehilangan 35 personel pasukan pemeliharaan PBB dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia," imbuhnya.

Wakil Tetap RI untuk PBB Dian Triansyah Djani mewakili Indonesia untuk menerima penghargaan (Foto: Dok.Kemenlu RI).
Medali diberikan pada kegiatan peringatan Hari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB 2017, guna menghormati jasa-jasa dan pengorbanan pasukan pemeliharaan perdamaian PBB dan dukungan Negara Penyumbang Pasukan PBB terhadap misi PBB.
Medali Dag Hammarskjöld merupakan penghargaan anumerta yang diberikan oleh PBB kepada personil militer, polisi, atau warga sipil yang gugur saat bertugas dalam MPP PBB. Nama Medali Dag Hammarskjöld diambil dari nama Sekretaris Jenderal Kedua PBB yang gugur dalam kecelakaan pesawat di Zambia pada September 1961.
Sejalan dengan amanah konstitusi, Indonesia telah terlibat dalam misi pemeliharaan PBB sejak 1957. Saat ini, Indonesia berada pada ranking ke-11 negara kontributor personil militer dan polisi pada misi UNIFIL (Lebanon), UNAMID (Darfur, Sudan), MINUSCA (Republik Afrika Tengah), MINUSMA (Mali), MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), MINUSTAH (Haiti), MINURSO (Sahara Barat), UNMISS (Sudan Selatan) dan UNISFA (Abyei, Sudan). Dari 2742 personil TNI dan POLRI yang terlibat, 48 di antaranya merupakan personil wanita dari TNI maupun POLRI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News