Kedatangannya akan berlangsung sejak 4 hingga 7 Februari 2018. Kedatangannya merupakan undangan dari Pemerintah Indonesia.
"Kunjungannya ke Indonesia merupakan inisiatif Pemerintah Indonesia. Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia terbuka dalam isu hak asasi manusia," ucap Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Dicky Komar dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa 30 Januari 2018.
"Undangan ini kepada KT HAM untuk berkunjung ke Jakarta juga strategis dengan dikaitkannya kunjungan ini dalam upaya Pemerintah Indonesia melakukan peringatan 70 tahun Deklarasi Universal HAM PBB (DUHAM) dan 25 tahun Vienna Declaration and Programme of Action (VDPA), serta 25 tahun KOMNAS HAM di Indonesia," tambah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim.
Selama di Jakarta, Hussein akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Kapolri Tito Karnavian, Jaksa Agung Prasetyo, dan Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, serta wakil Komisi III DPR RI.
Tak hanya itu, Hussein dijadwalkan juga melakukan courtesy call dengan Presiden Joko Widodo.
Hussein juga akan melakukan pertemuan dengan Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) dan sejumlah komisi HAM lainnya. Pangeran Yordania ini juga akan bertemu dengan para penggiat hak dan perwakilan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM).
Nantinya akan ada juga seminar HAM regional di Kementerian Luar Negeri pada 5 Februari 2018 mendatang.
"Secara umum, Indonesia dengan tingkat kehidupan demokrasi, keberadaan masyarakat sipil yang dinamis serta tempat sejumlah kantor pusat Organisasi Internasional kawasan, menjadikan Indonesia sebagai negara kondusif dalam memajukan agenda HAM di kawasan," tegas Dicky.
Selain ke Indonesia, Hussein juga akan melakukan kunjungan ke kawasan Pasifik, yaitu ke Papua Nugini dan Fiji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News