Seorang yang berjalan di tengah pemakaman etnis Uighur di Xinjiang, Tiongkok. Foto: AFP
Seorang yang berjalan di tengah pemakaman etnis Uighur di Xinjiang, Tiongkok. Foto: AFP

Tiongkok Bela Tindakannya Terhadap Uighur

Internasional tiongkok uighur
Medcom • 18 November 2019 19:10
Beijing: Tiongkok berjanji akan tidak pernah lunak terkait tindakan kerasnya di Xinjiang. Hal ini diutarakan setelah bocoran dokumen pemerintah yang memberi titik terang pada penahanan massal umat Islam di Xinjiang.
 
Dokumen yang berkisar lebih dari 400 halaman diperoleh oleh the New York Times menunjukkan bahwa Presiden Xi Jinping memerintahkan para petinggi untuk bertindak dengan ‘tidak berbelas kasihan’ terhadap separatisme dan ekstremisme di Xinjiang.
 
“Dokumen-dokumen itu, dibocorkan oleh petinggi berserta pidato yang tidak dipublikasikan oleh Xi dan arahan tentang pengawasan dan kontrol minoritas Uighur,” tambah New York Times pada Sabtu, dirilis dari AFP, Senin, 18 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, menuduh Times ‘menutup mata terhadap fakta-fakta’. Sementara, mereka mengambil makna di luar konteks untuk mempublikasikan apa yang disebut dokumen internal, memfitnah dan mencemarkan upaya kontra-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang.
 
"Tiongkok tidak akan pernah lunak dalam perangnya melawan teroris yang kejam," ucap Geng pada jumpa pers.
 
Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para ahli dari luar mengatakan lebih dari satu juta warga Uighur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya dikumpulkan dalam jaringan kamp-kamp interniran di seluruh wilayah yang terbengkalai itu.
 
Tiongkok menggambarkannya kamp itu sebagai sekolah kejuruan yang bertujuan meredam daya tarik ekstrimisme dan kekerasan Islamis melalui pendidikan dan pelatihan kerja.
 
Geng mengatakan bahwa ribuan insiden teroris kekerasan terjadi di Xinjiang antara 1990-an dan 2016. Namun, kebijakan saat ini berhasil mencegah serangan dalam tiga tahun terakhir.
 
"Dokumen-dokumen yang bocor dengan jelas mengungkapkan dan mengonfirmasi peristiwa yang terjadi di Xinjiang sehubungan dengan penindasan habis-habisan dan kontrol terhadap orang-orang non-Han di sana (dan di tempat lain di Tiongkok), termasuk penahanan besar-besaran dan kamp-kamp pendidikan paksa," lapor Fei-Ling Wang, seorang profesor di Institut Teknologi Georgia, kepada AFP.
 
Pada saat yang sama, Wang mengatakan kebocoran itu menunjukkan Partai Komunis Tiongkok “tidak terkesan monolitik seperti yang diperlihatkan oleh Partai".
 
The New York Times mengatakan surat-surat yang dibocorkan oleh seorang anggota partai politik Tiongkok yang meminta anonimitas dan menyatakan harapan bahwa pengungkapan itu akan mencegah kepemimpinan, termasuk Xi, yang ‘lolos dari kesalahan’ untuk penahanan massal.
 
Dokumen-dokumen itu termasuk pengakuan seorang petinggi lokal, Wang Yongzhi, yang dihukum karena membebaskan lebih dari 7.000 orang dari kamp-kamp di Xinjiang.
 
“Wang takut bahwa mengumpulkan begitu banyak orang dengan sadar akan memicu konflik dan memperdalam kebencian,” ungkap media Amerika Serikat itu.
 
Geng mengatakan pada pengarahannya pada Senin bahwa "petinggi dan semua anggota kelompok etnis di Xinjiang sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah di wilayah tersebut”.
 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif