Kabut asap menyelimuti kawasan Marina Bay Sands, Singapura. (Foto: AFP)
Kabut asap menyelimuti kawasan Marina Bay Sands, Singapura. (Foto: AFP)

Singapura Kirim Nota Diplomatik ke RI Soal Karhutla

Internasional kabut asap indonesia-singapura
Sonya Michaella • 02 Oktober 2019 06:00
Singapura: Singapura telah mengirimkan nota diplomatik terkait dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Nota diplomatik ini diterima Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
 
"Singapura telah mengirimkan nota diplomatik berisi keprihatinan kami atas peningkatan titik api di Indonesia. Kami juga menawarkan bantuan untuk memadamkan api," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Masagos Zulkifli, dikutip dari New Strait Times, Rabu 2 Oktober 2019.
 
Masagos menambahkan, Indonesia juga telah berkomitmen untuk menyelidiki sejumlah perusahaan yang menyebabkan karhutla, termasuk yang berbasis di Negeri Singa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Singapura tidak akan mentolerir perusahaan asal negara kami yang menyebabkan karhutla. Kami akan menindak selama Indonesia bisa memberikan bukti perusahaan mana yang terlibat karhutla," ucap dia.
 
Ia mengungkapkan, Singapura tak ragu menerapkan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (THPA) untuk menjerat perusahaan-perusahaan tersebut.
 
THPA disepakati oleh sejumlah negara Asia Tenggara pada 2014 silam. Kesepakatan ini diyakini tidak akan mengabaikan kedaulatan negara yang menyetujuinya dan akan sejalan dengan hukum internasional.
 
"THPA akan diterapkan untuk menjerat pihak-pihak yang harus bertanggung jawab. Aturan itu diperlukan karena penegakan hukum untuk membuat jera tindakan ilegal dalam pembukaan lahan tidak cukup kuat," ungkap Masagos.
 
Menurut Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura, ualitas udara yang buruk di Singapura berasal dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra, Indonesia, terutama di Provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.
 
NEA merilis laporan bahwa ada 439 titik api yang terdeteksi di Sumatra. Kabut asap pekat juga disebut berasal dari Riau dan Jambi akibat ditiup angin.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif