Sosialisasi Polugri RI oleh Kementerian Luar Negeri di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kaltim, 31 Oktober 2019. (Foto: Kemenlu RI)
Sosialisasi Polugri RI oleh Kementerian Luar Negeri di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kaltim, 31 Oktober 2019. (Foto: Kemenlu RI)

HI-FISIP Unmul Jembatani Sosialisasi Polugri RI di Kaltim

Internasional kemenlu diplomasi luar negeri
Willy Haryono • 02 November 2019 08:24
Samarinda: Pemanfaatan kerja sama intra dan antar Kawasan Indo-pasifik untuk Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dirasa penting dalam pelaksanaan diplomasi ekonomi yang merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia saat ini.
 
Demikian disampaikan Andre Omer Siregar, Direktur Kerja Sama Intra dan Antar Kawasan Asia Pasifik, Kementerian Luar Negeri dalam kunjungannya ke kampus Universitas Mulawarman di Samarinda, Kaltim, 31 Oktober 2019.
 
Pelaksanaan kegiatan ini sesuai arahan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima puluhan dosen HI se-Indonesia pada 11 Oktober di Ruang Nusantara Kemenlu Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diplomat Indonesia perlu secara rutin menyampaikan perkembangan diplomasi RI ke mitra di dunia akademis agar semakin memahami perkembangan Polugri," lanjut Andre.
 
Kegiatan sosialisasi Polugri dengan tema "Peran Indonesia Mendorong Kerja Sama Indo-Pasifik" terselenggara berkat bekerja sama dengan Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Mulawarwan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari High-Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation (HLD-IPC) dan Indonesia-South Pacific Forum (ISPF) yang telah diselenggarakan di Jakarta pada 21 Maret.
 
Dalam kesempatan ini, Dit KSIA Aspasaf mengundang beberapa narasumber dari Satker terkait lainnya di Kemenlu RI, antara lain Dit Polkam Asean, P2K2 Aspasaf, Dit Asia Temggara, Dit Asia Timur dan Pasifik.
 
Indonesia terus meningkatkan peran dalam pengembangan kerja sama politik, ekonomi dan sosial budaya di Indo-Pasifik yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi positif bagi upaya memperkuat kepemimpinan Indonesia di kawasan. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, serta upaya memperkuat dukungan terhadap kedaulatan NKRI dan mempertajam pelaksanaan diplomasi ekonomi.
 
Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Dekan FISIP Universitas Mulawarman, Dr. H. Muhammad Noor, dan dihadiri lebih dari 120 antara lain dari dinas perindustrian dan perdagangan, BKPMB, Kadin Daerah, mahasiswa Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur serta Universitas Nadhlatul Ulama.
 
Dalam sambutannya, Dekan Fisip menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan Kemenlu karena memberikan pencerahan kepada akademisi dan pemangku kepentingan di daerah terhadap pelaksanaan Polugri dan sangat berharap terdapat kunjungan seperti ini lagi ke depannya. Ditambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis Unmul ke 57.
 
Ketua Jurusan Hubungan Internasional Enny Fathurahmi mengatakan bahwa materi paparan terkait kerja sama Asean Dan Kawasan Pasifik sangat memberikan pencerahan dan penambahan informasi serta pengetahuan kepada peserta, baik kepada kalangan dosen maupun mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi yang mempunyai jurusan hubungan internasional.
 
Paparan Kawasan Asean dan Pasifik membahas keterlibatan indonesia dengan negara-negara di kawasan. Keterlibatan yang berkesinambungan tidak hanya dalam dimensi polugri untuk dukungan terhadap keutuhan NKRI, namun membuat kawasan menjadi kesatuan integral bagi stabilitas Asia Tenggara secara keseluruhan.
 
Pelibatan negara-negara Pasifik dalam kerja sama ekonomi akan mendukung pengembangan kawasan indonesia timur.
 
Sesi tanya jawab berjalan aktif, baik disampaikan oleh mahasiswa maupun dari Kadin Daerah. Salah satu tanggapan dari Kadin daerah adalah terkait saran kelanjutan hasil pertemuan BIMP-EAGA kepada pihak daerah, karena daerah menjadi aktor langsung dari kerja sama yang dilakukan.
 
Para mahasiswa mengharapkan kegiatan serupa dengan substansi dari kawasan lainnya dapat juga diberikan oleh pelaku/pendekar diplomasi kepada mahasiswa di Kaltim, karena kondisi jarak dengan ibukota menyebabkan masyarakat, khususnya mahasiswa, sangat terbatas dalam menerima perkembangan informasi yang hanya bersumber dari media.
 
Sebagai tindak lanjut, terdapat beberapa hasil dari pertemuan yang dapat menjadi kerja sama berikutnya, yaitu terkait pengkajian potensi Ibu Kota baru dalam melaksanakan kerja sama internasional, antara lain menggali potensi ekonomi apa yang dapat digunakan untuk mendorong agenda diplomasi ekonomi bagi Indonesia sesuai arahan presiden.
 
Pelibatan secara aktif pemangku kepentingan akademisi, Pemda dan swasta untuk memanfaatkan inisiatif baik Indo Pasifik maupun forum kerja sama kawasan seperti BIMP EAGA, perlu lebih ditingkatkan.
 
Kemenlu selaku pelaksana Polugri siap memfasilitasi. Dalam hal tertentu Pemda sebenarnya bisa proaktif, namun harus tetap memperhatikan rambu rambu ketentuan yang digariskan melalui pemerintah pusat. Pemangku kepentingan daerah harus bisa mencari relevansi untuk terlibat lebih aktif dengan melihat apa yang menjadi kebutuhan mendesak di wilayahnya.
 
Perihal logistik bisa menjadi kebutuhan dasar kerja sama untuk membuat wilayah Kaltim menggunakan produk nasional dan tidak tergantung pada barang-barang Malaysia/perbatasan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif