Badan Meteorologi Jepang mengklasifikasikan Hagibis sebagai topan yang sangat kuat, kategori tertinggi kedua. Badan itu mengatakan Hagibis bergerak ke utara melintasi Pasifik, ke selatan pulau utama Jepang, Honshu.
Hagibis adalah sistem besar yang kemungkinan akan membawa angin kencang dan hujan lebat yang berkelanjutan ke wilayah yang luas.
Gelombang badai diperkirakan terjadi di sepanjang pantai timur Jepang mulai Sabtu hingga Minggu. Hujan deras diperkirakan di sisi Pasifik Jepang dari Jumat hingga Sabtu, membawa risiko banjir dan tanah longsor.
Pemerintah mendesak warga untuk mengunduh aplikasi untuk pengunjung asing yang disebut Safety Tips. Itu juga menyarankan mengikuti akun twitter resmi organisasi pariwisata Jepang untuk tetap mendapat informasi.
Operator kereta Shinkansen diharapkan mengurangi atau membatalkan beberapa layanan kereta mereka pada hari Sabtu karena topan yang mendekat.
Central Japan Railway Company membatalkan layanan kereta peluru Shinkansen antara Tokyo dan Nagoya mulai Sabtu pagi karena Topan Hagibis. Sebagian besar operasi antara Nagoya dan Shin-Osaka ditangguhkan.
JR West, yang mengoperasikan Sanyo Shinkansen, mengatakan kemungkinan akan menangguhkan layanan kereta peluru antara stasiun Shin-Osaka dan Okayama pada Sabtu pagi dan mengurangi jumlah layanan kereta di bagian lain.
East Japan Railway Company mengatakan akan menangguhkan beberapa layanan kereta akhir pekan ini karena Topan Hagibis diperkirakan akan menghantam daerah Tokyo pada Sabtu dan Minggu. Operator kereta api mengatakan akan mengumumkan keputusannya di situs webnya pada hari Jumat.
Imbauan KJRI Osaka
Pemerintah Indonesia memperingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Jepang untuk waspada menjelang Topan Hagibis menerpa.
“Topan Hagibis membawa angin kencang pada 12-13 Oktober 2019 di wilayah Jepang. Hubungan telepon 119 untuk pertolongan medis darurat atau hubungi KBRI Tokyo di consular@kbritokyo.jp atau Hotline 08035068612 dan 08049407419,” imbauan KJRI Osaka, melalui akun Twitter resmi, Kamis 10 Oktober 2019.
KJRI Osaka mengimbau WNI untuk mempersiapkan diri dan senantiasa berhati-hati. KJRI juga meminta WNI terus memantu informasi dari otoritas setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News