medcom.id, Bangkok: Petani karet berunjuk rasa mengecam junta militer di kota Surat Thani, Thailand, Selasa (9/12/2014). Mereka meminta pemimpin militer Jenderal Prayuth Chan-ocha untuk mengendalikan harga karet yang kian jatuh di pasaran.
Unjuk rasa ini merupakan cobaan berat bagi sang jenderal, yang kini mengendalikan negara penghasil karet terbesar di dunia. Ia sempat berjanji mengakhiri kebijakan subsidi yang dijadikannya sebagai landasan melakukan kudeta pada Mei lalu.
Banyak petani karet tinggal di wilayah selatan Thailand, yang sebagian besar mendukung kudeta Jenderal Prayuth. Namun setelah keuntungan penjualan karet menurun, petani menuntut adanya balas budi.
"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan meningkatkan aksi kami," tutur pemimpin demonstrasi Pairod Rekrdee pada AFP via telepon.
Pairod menyebut pihaknya meminta harga 70 baht atau Rp26 ribu untuk satu kilogram karet latex dan Rp29 ribu untuk karet lembaran.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan