Dalam laporan program "Closing the Gap," Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam menutup jurang antara warga Australia dengan kaum Aborigin.
"Laporan 'Closing The Gap' ketujuh ini sangat mengecewakan dalam beragam aspek," tutur Abbott dalam rapat parlemen di Canberra, Rabu (11/2/2015).
"Terlepas dari usaha keras pemerintah sebelumnya, kita belum mencapai banyak target dari Closing The Gap," tambah dia, seperti dilansir AFP.
Aborigin menjadi kaum paling terpinggirkan di Australia, dengan tingkat harapan hidup yang jauh dari standar. Banyak kaum Aborigin tinggal di komunitas miskin di daerah terpencil Negeri Kanguru.
Closing the Gap adalah proyek yang diluncurkan pada 2008, saat pemerintah Australia meminta maaf pada Aborigin atas pendudukan koloni Inggris di tahun 1788.
Tujuan utama proyek itu adalah meningkatkan mutu kehidupan Aborigin di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan lainnya.
"Kita harus berusaha mengakhiri ketidakadilan ini. Usaha kita tidak akan berhasil dalam satu malam, atau bahkan tidak berhasil sama sekali, kecuali kita mendorong diri kita untuk mencapainya," tegas Abbott.
Tahun lalu, Abbott sempat menjalankan pemerintahan selama satu pekan di area terpencil Aborigin di Australia Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News