Pemenang lelang, Kiyoshi Kimura, mengaku terkejut atas harga tersebut, yang dinilainya relatif rendah.
"Walau murah, tapi ikan ini adalah kualitas terbaik," ucap dia, yang menjabat presiden bisnis restoran Sushi-Zanmai, seperti dikutip AFP.
Harga ini merupakan penurunan kedua secara berturut-turut di awal tahun, setelah rekor sebelumnya Rp16,9 miliar pada 2013.
Turunnya harga tuna disebabkan merosotnya jumlah burung pemangsa. Meningkatnya populasi tuna sirip biru di utara Jepang juga menjadi faktor lainnya.
Pelelangan di Jepang, negara pengonsumsi tuna sirip biru terbesar di dunia, dilakukan di tengah maraknya desakan pecinta lingkungan untuk menghentikan penangkapan tuna.
November lalu, International Union for the Conservation of Nature merilis daftar hewan terancam punah, salah satu di antaranya tuna sirip biru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News