Tim Pencari Fakta PBB Masih Dilarang Masuk Rakhine
Marzuki Darusman (dua kiri) di Wisma Antara, Jakarta, Rabu 14 November 2018. (Foto: Sonya Michaella)
Jakarta: Tim Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digawangi Marzuki Darusman dari Indonesia masih tak diizinkan masuk ke Rakhine State, Myanmar. Pemerintah Myanmar menganggap pencarian fakta dari PBB soal Rohingya tak dibutuhkan.

Hingga saat ini, hampir satu juta minoritas Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Eksodus ini disebabkan oleh bentrokan antara tentara Myanmar dan Rohingya yanh pecah pada Agustus 2017 lalu.

Baca: Genosida Rohingya di Myanmar Masih Berlangsung


“Kami masih dilarang masuk ke Rakhine. Bagaimana kami bisa mencari fakta jika kami juga dilarang? Tapi kami tetap mencari sampai akhirnya kami mencapai Cox’s Bazar, Bangladesh,” kata Marzuki di Wisma Antara, Jakarta, Rabu 14 November 2018.

“Semua minoritas Rohingya yang mengalami penindasan dan penganiayaan berkumpul di Cox’s Bazar. Tanpa paksaan, mereka semua menceritakan apa yang mereka alami kepada kami,” lanjut dia.

Marzuki juga menambahkan bahwa Myanmar saat ini sebenarnya sudah terjerat tiga pelanggaran berat, yaitu pelanggaran pidana perang, pidana kemanusiaan, dan genosida.

“Kami menemukan bahwa genosida terhadap Rohingya dilakukan oleh militer Myanmar, termasuk Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing,” tegas Marzuki.

Ia pun meminta agar Myanmar harus segera melakukan pertanggungjawaban terkait konflik Rohingya tersebut. Myanmar juga diminta untuk melakukan rekomendasi yang disarankan oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Agustus lalu, Myanmar menolak mentah-mentah laporan tim pencari fakta PBB bahwa terjadi genosida di Rakhine. Myanmar pun tidak setuju dengan resolusi yang dibuat oleh Dewan HAM PBB.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id