Korut Ancam Kembali Kembangkan Senjata Nuklir
Bendera Korut. (Foto: AFP)
Pyongyang: Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat bahwa Pyongyang akan secara "serius" mempertimbangkan untuk kembali mengembangkan senjata nuklir. Hal itu akan dilakukan jika Washington tidak mengakhiri sanksi ekonomi terhadap Korut.

Selama bertahun-tahun, Korut telah menjalankan kebijakan "byungjin" -- istilah bagi pengembangan senjata nuklir sekaligus perekonomian negara.

April lalu, pemimpin Kim Jong-un mendeklarasikan bahwa perjalanan nuklir negaranya telah selesai berkat munculnya "iklim segar perdamaian." Kala itu, Kim mengatakan negaranya akan fokus pada "konstruksi ekonomi sosialis."


Namun sebuah pernyataan terbaru dari Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan bahwa Pyongyang dapat kembali ke "byungjin" jika AS tidak mengubah sikapnya soal sanksi ekonomi.

"Kata 'byungjin' mungkin akan muncul lagi, dan hal itu akan sangat kami pertimbangkan," ujar pernyataan Kemenlu Korut di situs berita KCNA, seperti dilansir dari media AFP, Minggu 4 November 2018.

Dalam pertemuan historis di Singapura pada Juni lalu, Presiden AS Donald Trump dan Kim menandatangani perjanjian mengenai denuklirisasi. Namun perjanjian tersebut tidak memaparkan detail apapun.

Hanya ada sedikit kemajuan usai KTT di Singapura. AS menegaskan masih akan menerapkan sanksi hingga Korut benar-benar melakukan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.

Baca: Pompeo dan Kim Jong-un Bahas Kelanjutan KTT Singapura

Pernyataan terbaru Korut merupakan indikasi rasa frustrasi Pyongyang terhadap Washington. 

Bulan lalu, media nasional Korut merilis artikel panjang yang menuduh AS sedang menjalankan "permainan ganda." Artikel berisi kritik tajam terhadap Trump yang dituduh berusaha menghalangi Korea Selatan dalam mencabut sanksi terhadap Korut.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id