Pemuda Diskusi Toleransi di ASEAN Youth Interfaith Camp
Peserta ASEAN Youth Interfaith Camp 2018 bersama Wamenlu AM Fachir, di Gedung Pancasila, Senin 29 Oktober 2018. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Jakarta: Sebanyak 22 pemuda-pemudi asal 10 negara anggota ASEAN akan berkumpul bersama selama kurang lebih sepekan untuk mendiskusikan soal toleransi dan perdamaian dalam ASEAN Youth Interfaith Camp 2018.
 
Acara yang diprakarsai Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI, dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI ini sudah dimulai kemarin, 28 Oktober 2018, dan akan berlangsung hingga 4 November 2018 di Jakarta, Yogyakarta, serta Bali.
 
"ASEAN perlu menanamkan nilai-nilai toleransi dan cara mengelola keberagaman agama dan budaya kepada anak-anak muda untuk kawasan yang tetap damai sejahtera," kata Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir, di Kemenlu RI, Jakarta, Senin 29 Oktober 2018.
 
"Kita harus memanfaatkan peluang bonus demografi di kawasan ASEAN dengan terus memberdayakan kalangan muda melalui kegiatan-kegiatan yang memupuk nilai kebersamaan dan toleransi seperti ini," ucapnya.
 
Dimulai dari Jakarta, 22 anak muda se-Asia Tenggara ini akan mengikuti dialog, diskusi dan seminar. Mereka juga dijadwalkan akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta.
 
Tiba di Yogyakarta, mereka akan mengunjungi Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Masjid Kotagede Mataram. Di Bali, mereka akan menyambangi Pura Besakih serta Desa Dalung.
 
Menilai arti penting dari kegiatan ini untuk pembentukan karaktee generasi muda ASEAN, hari ini mereka juga dijadwalkan akan bertemu dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
 
Salah seorang peserta asal Malaysia, Darrick Chan, mengaku sangat senang bisa mengikuti Interfaith Camp ini. Menurutnya, toleransi dan pengertian satu sama lain dibutuhkan untuk menjadikan kawasan ASEAN tetap aman dan damai.
 
"Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Saya bertemu dengan anak-anak muda lainnya dari sembilan negara ASEAN lain. Kami bisa bertukar pengalaman. Apalagi, Malaysia juga negara yang memiliki banyak etnis," ucap dia.
 
Darrick, 22 tahun, berharap agar ASEAN memperbanyak kegiatan semacam ini untuk mempertemukan para generasi muda se-Asia Tenggara agar memperkaya pengalaman dan juga menyebarkan toleransi.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id