NEWSTICKER
Perdana Menteri Sementara Malaysia Mahathir Mohamad (Foto:AFP)
Perdana Menteri Sementara Malaysia Mahathir Mohamad (Foto:AFP)

Mahathir Siap Kembali Menjadi PM Malaysia

Internasional politik malaysia mahathir mohamad
Marcheilla Ariesta • 26 Februari 2020 18:21
Kuala Lumpur: Perdana Menteri sementara Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan waktu baginya untuk mundur belum tiba. Dia menuturkan pengunduran dirinya memberi kesempatan kepada anggota parlemen untuk menggantikannya.
 
"Jika benar bahwa saya masih didukung, saya akan kembali. Jika tidak, saya akan menerima siapapun yang telah dipilih," kata Mahathir, dilansir dari Channel News Asia, Rabu 26 Februari 2020.
 
"Kesempatan untuk mengubah kepemimpinan ada di sana. Tapi saya merasa, karena saya mendapat dukungan dari kedua belah pihak, maka waktu bagi saya untuk mundur belum tiba," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahathir menambahkan, untuk saat ini politik dan partai harus disisihkan.
 
"Jika diizinkan, saya akan memilih cara memerintah yang tidak menguntungkan pihak manapun. Hanya kepentingan negara yang akan diprioritaskan," tuturnya.
 
Mahathir telah mengajukan pengunduran diri sebagai PM Malaysia pada Senin lalu. Raja menerima pengunduran dirinya pada hari yang sama. Namun, dia menunjuk Mahathir untuk menjadi perdana menteri sementara.
 
Otomatis, saat ini pemerintahan masih dipegang pria 94 tahun tersebut. Sementara itu, semua menteri dibebaskan dari tugasnya.
 
"Ada banyak alasan untuk pengunduran diri saya, tapi cukup bagi saya untuk mengatakan saya merasa mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga saya tidak tahu pihak mana yang harus didukung," seru Mahathir.
 
Dia menambahkan, baginya status dan kekuasaan hanyalah sarana mencapai tujuan. Dan tujuannya, imbuh Mahathir, adalah kebaikan untuk negara.
 
Menurut Mahathir, dirinya menjadi perdana menteri negara pasti membuat pro dan kontra di kalangan masyarakat dan politisi. Namun, kata dia, dirinya hanya menjalankan tugas negara yang diembankan kepadanya.
 
"Politisi dan partai politik terlalu memprioritaskan politik sampai mereka lupa bahwa negara ini menghadapi masalah ekonomi dan kesehatan," pungkas Mahathir.

 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif