NEWSTICKER
Petugas menyemprotkan disinfektan dalam mengantisipasi virus korona COVID-19 di Korsel. (Foto: AFP/Yonhap/STR)
Petugas menyemprotkan disinfektan dalam mengantisipasi virus korona COVID-19 di Korsel. (Foto: AFP/Yonhap/STR)

Melonjak Lagi, Kasus Korona COVID-19 di Korsel 2.931

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Willy Haryono • 29 Februari 2020 09:22
Seoul: Korea Selatan mengonfirmasi tambahan 594 kasus virus korona COVID-19 per hari ini, Sabtu 29 Februari 2020. Tambahan data menjadikan total infeksi di Korsel mencapai 2.931.
 
Korsel juga melaporkan adanya tambahan tiga kematian, yang menjadikan totalnya di seantero Negeri Gingseng mencapai 16.
 
Dilansir dari The Straits Times, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) melaporkan bahwa lebih dari 90 persen kasus terbaru korona berada di kota Daegu dan provinsi Gyeongsang Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KCDC melaporkan adanya tiga pasien wanita di Daegu yang meninggal usai terjangkit korona, virus yang pertama kali terdeteksi di Tiongkok pada Desember 2019.
 
Korsel merupakan satu dari sejumlah negara lain di luar Tiongkok dengan angka kematian dan kasus korona tertinggi. Di Iran, situs pemantau John Hopkins CSSE mencatat angka kematian mencapai 34 orang, sementara kasusnya 388.
 
Sementara di Italia, angka kematian menyentuh angka 21 dengan total kasus 888.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan status risiko global penyebaran virus korona COVID-19 ke level teratas, yakni "Sangat Tinggi." Namun, WHO tetap optimistis peluang mengendalikan penyebaran virus ini masih terbuka jika rantai transmisinya diputus.
 
Masih dari data di John Hopkins CSSE, angka kematian akibat korona di level global kini telah melampaui 2.900, dengan total kasus melebihi 85 ribu. Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 39.416 orang.
 
Dalam konferensi pers di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa sebagian besar kasus korona masih bisa dilacak, dan tidak ada bukti bahwa virus ini "menyebar dengan bebas di tengah masyarakat."
 
Kolega Tedros, Dr Mike Ryan, mengatakan bahwa WHO meningkatkan status risiko korona ke level tertinggi agar pemerintah sejumlah negara menyadari bahwa penyebaran COVID-19 harus ditangani dengan serius.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif