230 Kerangka Ditemukan di Situs Kuburan Massal Sri Lanka
Kerangka korban perang di Srilanka ditemukan di kuburan massal. (Foto: BBC).
Colombo: Para pakar Sri Lanka mengatakan sebuah kuburan massal yang ditemukan awal tahun ini di barat laut kota Mannar merupakan situs terbesar di negara tersebut. Lebih dari 230 kerangka kini ditemukan di kuburan di bekas zona perang, meningkat dari sekitar 90 pada Agustus lalu.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya 20.000 orang hilang selama perang sipil panjang Sri Lanka yang berakhir pada 2009. Perang 26 tahun antara pasukan dan separatis pemberontak Tamil menyebabkan sekitar 100.000 orang tewas.

Pengadilan memerintahkan penggalian rinci di lokasi, bekas depot koperasi dekat terminal bus utama, setelah jenazah manusia ditemukan oleh pekerja yang menggali fondasi untuk membangun gedung baru awal tahun ini. Masih belum jelas siapa para korban atau bagaimana mereka meninggal.


"Kami telah menggali lebih dari 230 kerangka sejauh ini," kata Profesor Raj Somadeva, arkeolog forensik dari Universitas Kelaniya dekat Colombo yang memimpin tim di lokasi tersebut. 

"Menurut pengalaman saya ini adalah kuburan massal terbesar yang pernah digali," cetusnya, seperti disitir dari BBC, Kamis 22 November 2018.

Dia katakan bahwa selain dari sisa-sisa jasad manusia, para arkeolog juga menemukan benda-benda porselen, keramik dan logam, di samping beberapa perhiasan yang dikenakan oleh para korban. "Tulang-tulang berserakan dan sangat sulit untuk melacak tubuh mereka," kata Prof Somadeva kepada BBC. "Dan beberapa tulang hilang. Itu kacau."

Kota Mannar didominasi oleh etnis minoritas Tamil dan tokoh masyarakat mengatakan ratusan orang dari wilayah itu hilang selama konflik puluhan tahun antara pasukan keamanan Sri Lanka dan pemberontak Macan Tamil.

Sementara kota Mannar tetap sebagian besar di bawah kendali militer selama perang saudara, pemberontak Macan Tamil mendominasi daerah sekitarnya dan banyak bagian lain dari distrik. Militer merebut seluruh distrik setelah pertempuran ganas yang berakhir hampir 10 tahun yang lalu.

Setelah sisa-sisa itu ditemukan, kerangka akan dipindahkan ke tahanan pengadilan di Mannar, yang akan memutuskan apa yang terjadi selanjutnya setelah penggalian selesai. Sejumlah kuburan massal telah digali di bekas zona perang Sri Lanka sejak konflik berakhir. Sisa-sisa 96 orang ditemukan pada 2014 di sebuah situs di bagian lain Mannar, dekat Thiruketheeswaram, sebuah kuil Hindu yang terkemuka.

Empat tahun berlalu masih belum jelas dalam kasus itu, tentang siapa yang dibunuh dan oleh siapa. Sejumlah kelompok HAM menuduh baik militer maupun Macan Tamil yang takluk menimbulkan korban sipil yang meluas.

Tetapi pemerintah selalu menyangkal bahwa pasukannya terkait dengan kematian atau penghilangan orang sipil. Tentara menepis setiap isu bahwa tentara terhubung dengan mayat yang ditemukan di kuburan massal di Mannar.

Setelah bertahun-tahun tekanan internasional, pemerintah awal tahun ini membentuk badan independen, Badan Orang Hilang (OMP), untuk menyelidiki penghilangan tersebut. OMP telah menyediakan pendanaan parsial untuk penggalian di Mannar.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id