Menlu RI Retno Marsudi akan melakukan kampanye terakhir keanggotaan Indonesia di DK PBB (Foto: Marcheilla Ariesta).
Menlu RI Retno Marsudi akan melakukan kampanye terakhir keanggotaan Indonesia di DK PBB (Foto: Marcheilla Ariesta).

Doa untuk Indonesia Berhasil jadi Anggota tak Tetap DK PBB

Marcheilla Ariesta • 14 Mei 2018 17:36
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan bertolak ke markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS). Kunjungannya ke markas PBB tersebut sekaligus kampanye terakhir sebelum pemungutan suara untuk pemilihan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
 
Kepada Medcom.id, Senin 14 Mei 2018, Menlu Retno mengatakan kepergiannya tersebut untuk mengikuti debat sebagai salah satu agenda sebelum pemilihan di DK PBB.
 
"Saya akan hadir dan bicara di depan DK PBB di acara 'High Level Open Debate on Respecting International Law' dengan presidensi di DK PBB saat ini adalah Polandia," ucap Menlu Retno lewat pesan singkat.
 
Menlu RI mengatakan judul debat yang akan diikutinya adalah 'On Upholding International Law within the Context of the Maintenance of International Peace and Security'.
 
Tak hanya untuk mengikuti debat, sebagai kampanye terakhir sebelum pembukaan, Menlu Retno akan melakukan pendekatan ulang. "Saya akan terus melakukan pendekatan kembali ke beberapa negara," tukasnya.
 
Menlu Retno mengaku optimis Indonesia bisa mendapatkan suara cukup sebagai anggota tidak tetap DK PBB.
 
Sebelumnya, di acara Conversation with Minister of Foreign Affairs yang diselenggarakan Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Menlu Retno meminta doa dari para mahasiswa dan duta besar asing yang ada di Indonesia untuk pemilihan anggota tidak tetap DK PBB.
 
"Mohon dukung Indonesia, doakan Indonesia untuk DK PBB," pungkas dia.
 
Dia menambahkan, Indonesia akan terus memegang prinsip sebagai mitra perdamaian dan stabilitas dunia. Hal ini sesuai dengan moto Indonesia untuk pemilihan DK PBB, yaitu 'A True Partner for World Peace'.
 
Pemilihan DK PBB sendiri akan dilakukan pada Juni 2018 di Markas Besar PBB di New York.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan