Menlu Retno Marsudi membahas Indonesia di Dewan HAM PBB bersama Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha
Menlu Retno Marsudi membahas Indonesia di Dewan HAM PBB bersama Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha

Tak Ada Negara yang Sempurna dalam Hal HAM

Internasional indonesia-pbb menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta, Abdul Kohar • 14 November 2019 10:42
Jakarta: Pada 17 Oktober 2019, Indonesia berhasil menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia (Dewan HAM) PBB untuk periode 2020-2022. Namun tetap saja banyak yang menganggap Indonesia tidak pantas karena masih ada kasus pelanggaran HAM di dalam negeri yang perlu dituntaskan.
 
"Negara-negara lain melihat bagaimana Indonesia memajukan HAM. Semua orang tahu bahwa tidak ada satu pun negara yang perfect dalam hal HAM," kata Retno saat diwawancarai Medcom.id, untuk program Newsmaker, Selasa, 13 November 2019.
 
Dia menambahkan semua orang tahu jika Indonesia berusaha terus memperbaiki perlindungan promosi hak asasi manusia. Bahkan, imbuh Retno, Indonesia juga terus mempromosikan perlindungan HAM di kawasan Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita bicara mengenai ASEAN, Indonesia termasuk yang paling aktif untuk menyuarakan hak asasi manusia," ungkapnya.
 
Menlu pertama perempuan itu mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki segi positif dalam masalah HAM. Salah satunya saat Indonesia membagi pengalaman menjamin hak-hak perempuan.
 
Retno juga mengungkapkan keinginan RI membantu negara-negara lain yang ingin mengembangkan HAM. "Misalnya ada negara yang masih kurang dalam penanganan HAM, Indonesia akan mendorong dari belakang, 'kamu bisa maju loh, ayo kamu mau dibantu apa, mari Indonesia bantu'. Nah spirit memajukan human rights(HAM) itu yang kita usung dalam Bali Democracy Forum," tutur Retno.
 
Menurutnya, demokrasi menjadi salah satu penentu perlindungan HAM. Namun, dia mengakui masih ada negara yang takut dengan kata 'demokrasi'.
 
Karena ini lah Indonesia dicap sebagai 'bridge builder' atau mediator oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres di KTT ASEAN beberapa pekan lalu. "Sekjen PBB secara terbuka mengatakan 'kami sangat mengapresiasi peran Indonesia sebagai bridge builder selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB'," terangnya.
 
Indonesia terpilih kembali sebagai anggotaDewan HAMPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 174 Negara memberikan suaranya untuk Indonesia. Ini adalah suara tertinggi.
 
Indonesia, yang mewakili kawasan Asia Pasifik, bersaing dengan Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Irak dan Kepulauan Marshall untuk memperebutkan empat kursi di Dewan HAM PBB. Dengan angka ini, Indonesia meraih peringkat tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
 
Jepang memperoleh dukungan 165 suara, Korsel 165 suara, Irak 121, dan Marshall Island 123. Keberhasilan Indonesia ini ditetapkan dalam Sidang Majelis Umum ke-74 yang dipimpin oleh Duta Besar Nigeria untuk PBB Tijjani Muhammad-Bande di New York, Amerika Serikat (AS).
 
Ini adalah keempat kalinya Indonesia sebagai anggota Dewan HAM. Jika dihitung sebagai anggota awal Dewan HAM (founding member) pada periode 2006-2007, berarti sudah lima kali Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB. Sebelumnya Indonesia menjadi anggota pada periode 2007-2010, 2011-2014, dan 2015-2017.
 
Pada keanggotaan kali ini, Indonesia maju sebagai kandidat dengan mengusung tema'A True Partner for Democracy, Development and Social Justice’.
 

Saksikan wawancara eksklusif dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam program Newsmaker yang dipandu oleh host Abdul Kohar.
 
https://www.youtube.com/watch?v=gaLKMYsf7lQ&feature=youtu.be
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif