Demonstran memberikan air minum kepada seorang prajurit Irak di Karbala, 28 Oktober 2019. (Foto: AFP)
Demonstran memberikan air minum kepada seorang prajurit Irak di Karbala, 28 Oktober 2019. (Foto: AFP)

10 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Basra Irak

Internasional konflik irak irak krisis irak
Willy Haryono • 09 November 2019 16:07
Basra: Sepuluh orang tewas dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung sepanjang Jumat 8 November malam di kota Basra, Irak. Demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes yang telah melanda Irak sejak awal Oktober.
 
Menurut keterangan sejumlah sumber medis kepada situs Al Arabiya, Sabtu 9 November 2019, aparat keamanan menggunakan peluru tajam dalam upaya membubarkan ratusan demonstran yang berusaha memasuki kompleks gedung pemerintahan.
 
Dalam kericuhan tersebut, sekitar 180 orang juga dikabarkan terluka di sekitar lokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut laporan saluran televisi nasional Irak, sekelompok pria bertopeng menyerang sejumlah pengunjuk rasa di Basra pada Kamis malam. Lima orang tewas dan 120 lainnya terluka dalam serangan tersebut.
 
Sementara di Baghdad, sumber dari Al Arabiya mengatakan bentrokan terjadi antara ratusan pengunjuk rasa dan polisi antihuru-hara di Jalan al-Rashid. Di sana, petugas keamanan menembakkan gas air mata dan juga bom suara.
 
Demonstran di ibu kota kembali berusaha mencapai Jembatan Shuhada. Namun aparat keamanan memblokade mereka. Peristiwa semacam ini sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut.
 
Berdasarkan data dari berbagai sumber, lebih dari 250 orang tewas sejak awal meletusnya demo di Irak pada 1 Oktober.
 
Tuntutan utama para pedemo adalah pemberantasan korupsi, pembukaan lapangan pekerjaan dan perbaikan layanan publik, termasuk jaringan kelistrikan yang dinilai sering padam.
 
Sementara itu di tempat terpisah, tepatnya di Qayyarah, 17 roket menghantam area dekat sebuah pangkalan udara Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan material tanpa ada korban jiwa maupun luka.
 
Dilansir dari Press TV, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 17 roket tersebut.
 
Qayyarah berhasil direbut kembali oleh Pemerintah Irak dari kelompok militan Islamic State (ISIS) pada 2016. Perebutan terjadi saat pasukan Irak bergerak menuju Mosul, kota yang saat itu disebut-sebut sebagai markas besar kekuasaan ISIS.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif