Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Andi Rusandi dalam pertemuan di Kep. Solomon. Foto: Dok.Kemenlu RI
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Andi Rusandi dalam pertemuan di Kep. Solomon. Foto: Dok.Kemenlu RI

Perkembangan Pengelolaan Laut dan Perikanan RI Harus Diperlihatkan

Internasional maritim dan kelautan
Marcheilla Ariesta • 08 November 2019 20:30
Honiara: Indonesia harus menunjukkan pengelolaan laut dan perikanan yang berkembang. Ini adalah upaya untuk mencapai cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.
 
Indonesia dianggap negara paling maju untuk pengelolaan sumber daya kelautan baik untuk bidang konservasi, pengelolaan perikanan berkelanjutan, maupun perencanaan ruang laut dunia.
 
"Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa pengelolaan kelautan dan perikanannya sudah berkembang dan bisa menjadi contoh," turur Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Andi Rusandi, dari pernyataan yang diterima Medcom.id, Jumat, 8 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi menjadi ketua delegasi Indonesia pada pertemuan tahunan The 15th Senior Official Meeting (SOM) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) yang diselenggarakan pada 4-8 November 2019 di Honiara, Kepulauan Solomon.
 
Pada pertemuan tersebut Indonesia juga memperkenalkan Indonesian Agency for International Development (Indonesian Aid), yakni lembaga yang ditujukan menyalurkan kerja sama teknik atau pengembangan kapasitas, fisik, dan kemanusiaan bagi negara berkembang lain yang membutuhkan bantuan Pemerintah Indonesia.
 
Pada kesempatan itu delegasi Indonesia mengundang CTI-CFF untuk mengeksplorasi bersama peluang kemitraan untuk mendukung pencapaian program-program CTI-CFF. Tawaran ini sangat disambut baik oleh negara anggota dan Sekretariat CTI-CFF.
 
Indonesia juga mengajukan inisiatif kerja sama dalam bentuk program Capacity Building on Marine Debris Elimination pada tahun 2020 yang akan diselenggarakan Direktorat Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri.
 
Peran aktif Indonesia dalam memajukan diplomasi kemaritiman CTI-CFF sangat dirasakan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.
 
"Ini kesempatan baik bagi Indonesia untuk membagi pengalamannya di CTI-CFF kepada negara-negara di kawasan Indo Pasifik dan meningkatkan investasi dunia pada pembangunan infrastruktur kemaritiman Indo Pasifik sekaligus memajukan secara konkrit visi Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia," pungkas Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Andre Omer Siregar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif