Seperti dilansir Reuters, Senin (5/9/2016), Seorang pekerja jalan kereta api tewas dan tiga lainnya terluka. Tiga korban luka yaitu dua pekerja kereta api dan seorang penumpang perempuan.
Kapten Polisi Promote Juichouy mengatakan bom tersebut tersembunyi di bawah rel di Distrik Pattani, dan ledakan bom itu merusakkan gerbong terakhir pada kereta yang sedang melaju menuju Bangkok itu.
"Ledakan juga mengakibatkan lubang besar di bawah lintasan," lanjutnya lagi.
Teror bom ini terjadi sehari setelah pembicaraan damai antara pemerintah Thailand dan kelompok separatis yang berakhir pada Jumat 2 September kemarin.
Pembicaraan damai antara pemerintah Thailand dan kelompok separatis tak menghasilkan kesepakatan yang berarti dan tidak ada keputusan mengenai tindak lanjut pertemuan kembali.
Hingga kini, tak ada kelompok separatis yang mengaku bertanggung jawab. Mereka juga menolak bertanggung jawab atas rangkaian ledakan bom pada bulan lalu di sejumlah lokasi di Thailand.
Kejadian ini terjadi tiga pekan setelah rangkaian ledakan mengguncang tiga obyek wisata yang sangat terkenal di Thailand, dan satu kota di wilayah selatan menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Setelah serangkaian bom tersebut, terjadi pula ledakan yang berasal dari bom mobil di dekat sebuah hotel yang terletak di Pantai Pattani pada Selasa, 23 Agustus. Bom mobil ini menewaskan satu orang dan melukai 30 orang lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News