Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi (Foto: Medcom.id/Marcheilla)
Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi (Foto: Medcom.id/Marcheilla)

ZEE Indonesia-Vietnam Dibahas Intensif di Meja Perundingan

Internasional indonesia-vietnam
Marcheilla Ariesta • 18 Oktober 2019 18:55
Jakarta: Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi mengungkapkan bahwa kesepakatan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Vietnam dan Indonesia masih terus dibahas secara intensif.
 
"Perundingan ZEE terus dilakukan, terakhir kedua kepala negara mengumumkannya dan diinstruksikan kepada masing-masing menlu untuk meneruskan negosiasi," tutur Dubes Ibnu dalam konferensi pers di Jakarta, pada Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Ibnu menjelaskan Vietnam menganggap Indonesia sebagai mitta yang dapat diandalkan. Terlebih dalam perundingan ZEE.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di antara negara ASEAN, bagi mereka Indonesia memperlihatkan kebersamaan dalam situasi apa pun yang dihadapi kawasan," kata dia.
 
Pasalnya, Indonesia tidak memiliki klaim di Laut China Selatan. Sehingga, jika perundingan ZEE dapat segera dirampungkan, akan menjadi keuntungan politik bagi kedua negara.
 
"Saya melihat bahwa Indonesia memang dapat memberikan stabilitas politik untuk wilayah tersebut," jelas Ibnu.
 
Dubes Ibnu menuturkan, kemauan politik dari kedua pihak untuk menyelesaiakan perundingan ZEE sudah ada. Namun, penghalang terbesar di negosiasi tersebut merupakan masalah teknis.
 
"Berbeda dengan kita, Vietnam menganut prinsip 'Single Line' yang ingin batas ZEE disamakan dengan batas Landas Kontinen (LK)," ungkap dia.
 
Awal Agustus lalu dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Bangkok, Indonesia dan Vietnam sepakat mempercepat perundingan batas maritim ZEE kedua negara, yang selama ini masih tumpang tindih. Hal itu dilakukan guna mencegah terulangnya insiden kapal nelayan yang dianggap menerobos wilayah masing-masing negara.
 
Indonesia dan Vietnam memang masih memiliki klaim perbatasan maritim yang tumpang tindih, terutama di sekitar perairan Kepulauan Natuna dan utara Kalimantan.
 
Selama ini, kapal Vietnam juga kerap menerobos wilayah perairan Indonesia. Sejak Oktober 2014 hingga Mei 2019, sebanyak 294 atau hampir 57 persen kapal asing yang dimusnahkan otoritas Indonesia berasal dari Vietnam.

 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif