Dubes Kamboja untuk Indonesia Hor Nambora saat memprotes jalannya konferensi pers di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu 5 November 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)
Dubes Kamboja untuk Indonesia Hor Nambora saat memprotes jalannya konferensi pers di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu 5 November 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)

Keributan Kecil Terjadi dalam Konpers Kamboja di Jakarta

Internasional kamboja Indonesia-Kamboja
Sonya Michaella • 06 November 2019 10:00
Jakarta: Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Hor Nambora menghalangi wakil oposisi Kamboja Mu Sochua -- dari Partai Cambodia National Rescue Party (CNRP) -- yang menggelar konferensi pers tertutup di Jakarta, hari ini. Hor menyebut, konferensi pers kubu oposisi ini ilegal.
 
Sedianya konferensi pers yang digelar tertutup akan berlangsung pukul 09.00 WIB. Namun, tiba-tiba Hor masuk ke ruang konferensi, dan meminta acara segera dibatalkan.
 
“Melihat datanya di imigrasi, Mu Sochua datang sebagai turis. Untuk apa organisasi HAM memfasilitasi konferensi pers ini dan tidak meminta izin kepada otoritas Indonesia,” kata Hor di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu 6 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hor juga menyebut Mu adalah buronan dan kriminal di Kamboja. Mu dituding Hor sengaja memanfaatkan Indonesia, negara berlandaskan demokrasi, untuk menyebar berita bohong mengenai pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen.
 
“Mu adalah buronan di Kamboja. Dia aktivis yang juga kriminal. Dan dia menggunakan Indonesia untuk menggelar konferensi pers kepada media secara ilegal,” ungkap Hor.
 
Sempat berdebat dengan penyelenggara, yaitu Darmawan Triwibowo dari Kurawal Foundation, Hor akhirnya duduk dan mendengarkan penjelasan Mu.
 
Seharusnya Mu kembali ke Kamboja pada Minggu 3 November. Namun, ia dicekal ketika tiba di Bandara Suvarnabhumi, Thailand. Dari situ, ia terpaksa terbang ke Indonesia.
 
Mu ingin kembali ke Kamboja bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan negaranya pada 9 November mendatang. Hal yang sama juga terjadi pada Pelaksana Tugas Presiden CNRP, Sam Rainsy.
 
Dari Prancis, Sam menulis surat untuk PM Thailand Prayuth Chan-o-Cha agar diperbolehkan masuk ke Bangkok. Dari Bangkok, ia berencana melakukan perjalanan darat ke perbatasan Thailand-Kamboja, yaitu Poipet.
 
Sam juga menyertakan tiket keberangkatannya dari Paris. Ia dijadwalkan tiba di Bandara Suvarnabhumi pada 8 November dengan maskapai Thai Airways TG931.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif