Seorang penumpang menggunakan mesin pemindai sidik jari di Terminal 4 Bandara Changi, Singapura, 31 Oktober 2017. (Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)
Seorang penumpang menggunakan mesin pemindai sidik jari di Terminal 4 Bandara Changi, Singapura, 31 Oktober 2017. (Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)

Singapura Buka Terminal Berteknologi Tinggi di Bandara Changi

Willy Haryono • 31 Oktober 2017 12:42
medcom.id, Singapura: Bandara Changi membuka terminal baru berteknologi tinggi, termasuk pemindaian wajah dan sistem bagasi dengan komputerisasi, Selasa 31 Oktober 2017. Namun, sejumlah penummpang masih belum terbiasa dengan layanan terbaru ini. 
 
Terminal 4 Bandara Changi, yang dibangun dengan biaya USD723 juta, diestimasi mampu menampung hingga 16 juta orang per tahun. Pembangunan terminal baru ini sejalan dengan terus meningkatnya jumlah penumpang dari dan menuju Singapura. 
 
Lewat teknologi terbaru di Terminal 4 Bandara Changi, semua penumpang diharuskan melewati semua proses hingga naik ke pesawat tanpa berinteraksi dengan staf bandara.

Di hari pertama operasional terminal baru, lebih dari 100 penumpang tiba pada pagi hari dan mengikuti pelayanan perdana untuk penerbangan maskapai Cathay Pacific menuju Hong Kong.
 
Namun tidak semua penumpang mampu menggunakan mesin check-in otomatis di terminal 4. Mereka kemudian memilih berinteraksi langsung dengan staf bandara. 
 
"Saya rasa butuh waktu bagi para penumpang untuk terbiasa dengan sistem baru," ujar Loh K Ling, yang dua kali berusaha menggunakan mesin otomatis, kepada AFP
 
Singapura Buka Terminal Berteknologi Tinggi di Bandara Changi
Sejumlah penumpang belum terbiasa dengan sistem baru. (Foto: AFP)
 
Di gerbang keberangkatan, sejumlah penumpang juga kesulitan menggunakan pemindai wajah sehingga dialihkan ke staf bandara.
 
Changi, disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia, adalah salah satu bandara global yang berusaha memanfaatkan teknologi demi menghadapi tingginya tingkat penerbangan internasional jarak jauh. 
 
Bersama Hong Kong dan Dubai, Singapura berusaha menarik minat lebih banyak orang yang ingin terbang ke Australia atau Eropa. Di kawasan Asia, Singapura bersaing dengan Bangkok dan Kuala Lumpur untuk menggaet lebih banyak penumpang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan