New Delhi: Sebanyak tujuh orang dilaporkan tewas dalam bentrokan di New Delhi, India. Bentrokan terjadi antara ratusan pendukung dan penentang Undang-undang Kewarganegaraan baru di India.
Tak hanya itu, puluhan orang lain terluka akibat insiden tersebut. Insiden terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunjungi Negeri Bollywood.
Selama protes pada Senin kemarin, polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk memukul para demonstran mundur. Sementara itu, kelompok pendukung dan penentang saling melempar batu.
Informasi terbaru menyebutkan para pedemo juga membakar beberapa rumah, toko, kendaraan dan pompa bensin. Polisi sampai menutup akses ke dua stasiun metro di daerah tersebut.
Juru bicara kepolisian Anil Kumar membenarkan tujuh orang tewas dalam kekerasan tersebut. Salah satu korban adalah petugas polisi yang tewas karena dilempari batu.
"Sebelas petugas polisi terluka ketika mereka dilempar batu mencoba memisahkan kelompok yang berseteru," tutur petugas kepolisian, dilansir dari ABC News, Selasa 25 Februari 2020.
UU Amandemen Kewarganegaraan India, memudahkan jalan bagi non-Muslim di negara-negara tetangga untuk mendapat kewarganegaraan di India. Oleh pihak oposisi, UU tersebut dilihat mendiskriminasi Muslim.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan