medcom.id, Hong Kong: Badan Legislatif Tiongkok menolak adanya nominasi terbuka dalam pemilihan umum di Hong Kong, Ahad (31/8/2014). Semua kandidat pemimpin harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Tiongkok.
Ratusan aktivis pro demokrasi pun geram. Mereka turun ke jalan pada malam hari dan meneriakkan slogan protes, menuding pemerintah Tiongkok telah mengingkari janji membiarkan Hong Kong memilih sendiri pemimpinnya.
Li Fei, Deputi Sekretaris Jenderal Komite Nasional Kongres Rakyat Tiongkok, berusaha menjelaskan alasan mengapa reformasi pemilu Hong Kong dibatasi. Pernyataan Li diabaikan, dan demonstran terus meneriakkan berbagai slogan.
Pemerintah Tiongkok berdalih jika Hong Kong diizinkan memilih sendiri pemimpinnya, maka rentan memicu terjadinya kekacauan sosial.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan