Korea Selatan melalui kementerian luar negerinya sudah mengucapkan terima kasih atas respon cepat pemerintah RI. Hari ini, seperti dikutip kantor berita Yonhapnews, Senin (29/12/2014), Korsel berencana mengirim satu pesawat surveillance atau pengintai untuk bergabung dengan tim pencari yang dipimpin Basarnas.
QZ8501 membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Sedangkan kru pesawat terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi. Tujuh warga negara asing ada dalam penerbangan itu, yakni tiga asal Korsel, satu Singapura, satu Inggris, satu Malaysia dan seorang first officer dari Perancis.
Pencarian hari ini dibagi ke dalam tujuh sektor. Basarnas menggandeng sejumlah pihak, termasuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT untuk menggunakan sistem sonar.
Salah satu fokus pencarian Basarnas di Kalimantan Barat, yang berhadapan langsung dengan Selat Karimata dan juga perairan Bangka Belitung.
Hingga saat ini, alat Emergency Locator Transmitter atau ELT dari QZ8501 belum juga memancarkan sinyal. "Padahal ELT itu seharusnya langsung aktif begitu pesawat impact (benturan)," sebut Ketua Basarnas Bambang Soelistyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News