"Sebagai utusan khusus nanti saya sampaikan setelah akan berangkat, tapi secepatnya mungkin berangkat hari Senin, Selasa atau bisa lebih cepat tapi saya minta secepatnya juga," kata Presiden Jokowi, dalam keterangan tertulis Tim Komunikasi Presiden yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (9/1/2016).
Pihak Istana menyatakan, Presiden biasa berkomunikasi melalui telepon dengan Pangeran Muhammad bin Salman, tapi karena situasi saat ini sangat penting. "Saya kirim utusan khusus sehingga tidak berbicara langsung," ucap Presiden.
Mengenai pengiriman utusan khusus ini bermaksud menawarkan Indonesia menjadi mediator konflik Arab Saudi dan Iran. Presiden menjawab, "Ke sana kira kira arahnya," ucap Presiden.
Hal senada disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu 9 Januari. Arrmanatha menyebutkan Menlu Retno Marsudi akan bertindak sebagai utusan khusus tersebut.
"Sesuai instruksi Presiden, Menlu sebagai utusan khusus Presiden untuk Arab Saudi dan Iran," tutur Arrmanatha.
"Saat ini kita sedang atur waktu dengan Arab Saudi dan Iran untuk kunjungan. Harapannya bisa (berangkat) minggu depan," imbuhnya.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran dipicu eksekusi mati ulama Syia Nimr al-Nimr bersama dengan 46 orang lainnya. Ekskusi itu memicu kemarahan warga Iran yang mayoritasnya adalah Muslim Syiah.
Warga Iran yang marah melakukan protes dan membakar kantor perwakilan Arab Saudi di Teheran. Hal ini memicu keputusan Arab Saudi yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News