Indonesia Akan Menjadi Suara Palestina di DK PBB
Menlu Palestina Riyad al-Maliki (kiri) di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, Jakarta, Senin 15 Oktober 2018. (Foto: Fajar Nugraha)
Jakarta: Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Jakarta. Menlu Maliki memaparkan peran Indonesia yang sangat penting dalam upaya kemerdekaan Palestina.

Saat ini proses perdamaian antara Palestina dan Israel menemui kebuntuan, terlebih lagi saat Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebaga Ibu Kota Israel. Palestina pun tidak lagi mempercayai peran AS sebagai mediator. 

“Anda bisa melihat bagaimana Amerika bertindak sangat bias. Mereka memaksakan posisi Israel terhadap Palestina,” ujar Menlu Maliki di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.


Menlu Maliki menegaskan bahwa tidak boleh suatu negara mendukung klaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal ini disebutkan pula dalam Resolusi 478 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikeluarkan pada 1980 dan menyebutkan wilayah Yerusalem, termasuk Yerusalem Timur sebagai daerah okupasi dan tidak boleh ada suatu negara mendukung klaim sebagai ibu kota.

Alhasil Menlu Maliki menyebutkan bahwa pihaknya tidak lagi memercayai AS sebagai mediator. Pihaknya akan mengupayakan kemerdekaan Palestina melalui jalur hukum dan diplomatik seperti melalui pengadilan kriminal internasional (ICC), Dewan HAM PBB, UNESCO dan lain sebagainya. Maliki mengakui upaya mereka gagal di Dewan Keamanan PBB (DK PBB), karena AS sebagai anggota tetap DK PBB selalu menggunakan hak veto.


Menlu Maliki di Universitas Indonesia. (Foto: Fajar Nugraha)

Kini Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB yang dimulai pada 1 Januari 2019. Hal ini menjadi angin segar bagi Palestina.

“Kami mengandalkan pada dukungan Indonesia di DK PBB. Bagi kami ini sangat penting. Indonesia pun memastikan bahwa posisi Palestina akan terwakili di DK PBB,” tegas Menlu Maliki.

Baca: Menlu Palestina Andalkan Indonesia di DK PBB

“Indonesia berjanji akan menjadi suara Palestina di DK PBB. Hal ini saya dengar langsung dari (Menlu) Retno Marsudi dan hari ini dari Presiden Joko Widodo. Kami tentunya amat menghargai sikap itu,” tuturnya.

“Kami akan membahas lagi mengenai perencanaan komunikasi antara kedua negara dan pejabat di PBB. Hal ini untuk mengkoordinasi apa yang diperlukan Indonesia demi mewakili suara Palestina di DK PBB,” imbuhnya.

Selama ini bantuan Indonesia kepada Palestina bukan hanya bersifat dana. Beberapa pelatihan terhadap pejabat Palestina masih dilakukan untuk mempersiapkan mereka saat Palestina merdeka.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id