Pakar hukum laut internasional Hasjim Djalal jelaskan kepentingan Indonesia dalam Indo-Pasifik. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Pakar hukum laut internasional Hasjim Djalal jelaskan kepentingan Indonesia dalam Indo-Pasifik. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Indo-Pasifik Jalan RI Perluas Kepentingan di Dua Samudera

Internasional indo-pasifik Indo Pasifik
Marcheilla Ariesta • 28 November 2018 13:11
Jakarta: Visi kemaritiman Indonesia harus mencakup dasar laut, perairan hingga udara. Hal ini disampaikan pakar hukum laut internasional Hasjim Djalal.
 
"Saya mendukung sekali dengan visi kemaritiman Indonesia, apalagi jika disatukan dengan konsep Indo-Pasifik. Namun saya ingin melihat lebih jauh lagi," katanya dalam Focus Group Discussion Delimitasi Batas Maritim di Jakarta, Rabu 28 November 2018.
 
Hasjim mengatakan bayangannya pada 100 tahun Indonesia, yaitu 2045, visi maritim harus memanfaatkan Samudera Pasifik juga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Visi maritim itu luas, harus mampu memanfaatkan Samudera Pasifik itu dan kekayaan dasar lautnya, memeliharanya dan bukan hanya dasar laut kita saja, namun dasar laut Samudera Pasifik dan Hindia itu," imbuh mantan Duta Besar RI untuk Jerman itu.
 
Menurut Hasjim, visi kemaritiman Indonesia saat ini baru pada sumber daya dan lingkungannya. Baginya hal tersebut cukup bagus, namun Indonesia harus bisa lebih maju ke depan lagi.
 
Dia menambahkan Indo-Pasifik merupakan cara Indonesia memperluas kepentingan di Samudera Pasifik dan Hindia. "Kemudiaan bagaimana Indonesia mendapatkan hak mengelola resources di situ," tutur diplomat senior kelahiran Ampang Gadang, Sumatera Barat ini.
 
Mantan Duta Besar RI untuk PBB itu menjelaskan Singapura telah mengantongi hak untuk mengelola sumber daya di Samudera Pasifik. Dia berharap Indonesia bisa juga mendapatkan hak yang sama.
 
Per 2018, Indonesia memperkenalkan konsep Indo-Pasifik dengan sentralitas di ASEAN. Indonesia menawarkan konsep ini dengan tiga prinsip, yaitu kerja sama transparan, terbuka dan inklusif serta sesuai dengan hukum internasional.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif