Pelajar RI di Luar Negeri Diimbau Pulang ke Indonesia
Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend (kanan) bersama Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristek Dikti, Nada Marsudi., di Jakarta, 10 November 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)
Jakarta: Pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri diimbau untuk kembali ke Indonesia. Hal ini ditegaskan kembali Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nada Marsudi.

"Negara ini bergantung pada milenial. Adik-adik boleh mengejar ilmu kemana-mana. Namun, ingat garuda harus tetap di dada. Jangan lupa kembali ke Indonesia," katanya dalam pembukaan Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) 2018 di Jakarta, Sabtu 10 November 2018.

Dia mengatakan banyak sekolah bagus di Eropa. Para pelajar RI dapat belajar di banyak sekolah tersebut untuk mempelajari ilmu yang dapat berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.


Beberapa di antara bidang ilmu itu adalah perikanan, teknik dan pendidikan. Nada menuturkan perguruan tinggi di Eropa menawarkan semua itu.

"Namun, seperti yang disampaikan tadi. Kalian harus kembali ke Indonesia dengan ilmu dan pengalaman yang kalian dapat. Semuanya untuk membuat Indonesia semakin maju," tuturnya.

Dalam EHEF 2018, sebanyak 122 universitas dan sekolah tinggi lainnya menawarkan pendidikan berkualitas untuk pelajar Indonesia. Bahkan, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend menuturkan sekitar 1.600 beasiswa ditawarkan dalam kesempatan ini.

EHEF 2018 digelar di Jakarta selama 2 hari, tepatnya 10 hingga 11 November 2018. Tahun lalu, sebanyak 6.300 pelajar RI pergi ke Eropa untuk belajar.

Selain di Jakarta, pameran ini dilakukan di Bandung pada 8 November kemarin dan Yogyakarta pada 13 November mendatang.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id