Warga mengais benda berharga yang masih bisa diselamatkan di tengah reruntuhan bangunan di Bhaktapur, Nepal -- AFP / PALANI MOHAN / IFRC
Warga mengais benda berharga yang masih bisa diselamatkan di tengah reruntuhan bangunan di Bhaktapur, Nepal -- AFP / PALANI MOHAN / IFRC

Menlu Retno Lepas Tim Bantuan ke Nepal Sore Ini

Willy Haryono • 29 April 2015 11:43
medcom.id, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dijadwalkan melepas tim Bantuan Kemanusiaan dan Evakuasi WNI ke Nepal pada hari ini, Rabu (29/4/2015), pukul 16.00 WIB. 
 
Tim akan berangkat dari Halim Perdana Kusuma menggunakan pesawat B 737-400 TNI AU menuju Kathmandu. Dalam perjalanan ke Kathmandu, pesawat dijadwalkan untuk transit di Dhaka, Bangladesh. Tim dijadwalkan tiba di Kathmandu pada dini hari nanti. 
 
Pesawat yang baru saja diperbantukan Panglima TNI kepada Menlu untuk menyelesaikan misi kemanusiaan luar negeri  pertamanya di Yaman tersebut akan menuju Kathmandu dengan membawa personel dan bantuan kemanusiaan.

Tim yang dikoordinasikan Kemlu tersebut terdiri dari unsur Kemenlu, BNPB, TNI dan PMI. Terdapat pula dua orang dokter dari Polri guna melengkapi 15 dokter dan tenaga medis yang telah disiapkan BNPB. Tim akan menyerahkan kepada  Pemerintah dan Rakyat Nepal Bantuan Kemanusiaan Tahap I berupa 6 ton kebutuhan-kebutuhan yang paling mendesak antara lain tenda rumah sakit dan peralatan operasi, tenda pengungsi, peralatan medis, makanan siap saji, obat-obatan, dll. 
 
"Tim tahap satu membawa dua misi utama yaitu membawa bantuan kemanusiaan dan sekaligus melakukan percepatan evakuasi WNI yang ada di Nepal," ujar diplomat Krishna Djelani, wakil Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kemlu, yang kali ini ditunjuk sebagai Ketua Tim I, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.
 
Bantuan kemanusiaan tahap I akan segera disusul bantuan kemanusiaan tahap II dan III dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, Menlu telah menginstruksikan Duta Besar RI di Dhaka, yang juga diakreditasi ke Nepal, Iwan Wiranataatmaja, untuk berada di Kathmandu memimpin langsung seluruh misi kemanusiaan Pemerintah Indonesia di Nepal, baik Tim I, II maupun III.
 
"Misi kemanusiaan ini adalah salam persaudaraan dan bentuk solidaritas serta simpati Bangsa Indonesia kepada Bangsa Nepal. Karena itu, meskipun dikoordinasikan oleh Menteri Luar Negeri, namun seluruh komponen Bangsa Indonesia ikut mengisi misi ini, mulai dari Kemlu, TNI, BNPB, PMI, POLRI, PKPU, THC, Rumah Zakat serta seluruh komponen masyarakat madani lainnya," tutur Menlu Retno menjelaskan misi yang dibawa oleh Tim ini.
 
"Menlu menugaskan saya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Nepal dan seluruh tim kemanusiaan yang ada di Nepal untuk memastikan bantuan kemanusiaan yang disampaikan bermanfaat semaksimal mungkin bagi yang membutuhkan. Pada saat yang sama kami juga terus berupaya memaksimalkan kehadiran negara dalam rangka menyelamatkan WNI yang menjadi korban bencana," tutur Duta Besar Iwan yang pagi ini (29/4) sudah mendahului terbang ke Kathmandu setelah tertunda selama 2 hari akibat tidak adanya penerbangan.
 
Sebagaimana diketahui, hingga pagi ini, Kemlu mendata terdapat 76 WNI di Nepal saat terjadinya bencana gempa bumi. Sebanyak 19 diantaranya adalah WNI yang menetap di Nepal dan 57 WNI yang sedang melakukan kunjungan ke Nepal. 
 
Dari 19 WNI yang menetap, 13 WNI diketahui dalam keadaan selamat dan 6 WNI lainnya masih terus ditelusuri keberadaannya. Sementara itu, dari 57 WNI yang sedang berkunjung, 35 WNI telah diketahui dalam keadaan selamat, 10 orang belum diketahui keberadaannya dan 12 WNI sudah meninggalkan Nepal setelah dibukanya kembali Bandara Internasional Kathmandu pada hari Minggu lalu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan