medcom.id, Kathmandu: Besarnya jumlah korban dalam gempa yang terjadi di Nepal, menunjukkan ketidaksiapan Nepal. Pemerintah setempat pun mengakui bahwa mereka tak mampu hadapi bencana.
"Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk seminar mengenai kesiapan menghadapi bencana. Seminar initidak banyak manfaatnya dalam menghadapi bencana sesungguhnya," ujar Menteri Informasi Nepal Minendra Rijal, seperti dikutip BBC, Sabtu (2/5/2015).
Komentar Rijal disampaikannya menyusul kritik yang ditujukan kepada Pemerintah Nepal. Selama bencana, pemerintah terlalu lambat dalam mengedarkan bantuan internasional kepada para korban.
Penduduk yang tinggal di dekat pusat gempa menyatakan, mereka belum menerima bantuan. Bahkan bantuan masih belum datang meski sudah hampir sepekan setelah gempa terjadi.
Sementara penduduk di sebuah desa kecil berkata bahwa mereka harus mengutang beras dari kota terdekat.
Seorang wartawan yang bisa mencapai desa tersebut melihat hampir semua rumah telah hancur; dan ia juga menyaksikan kehancuran serupa di beberapa desa lainnya.
Pemerintah Nepal telah meminta kepada dunia internasional agar mengirimkan lebih banyak helikopter untuk menyebarkan pasokan ke daerah-daerah terpencil di pegunungan.
Indonesia juga turut mengirimkan bantuan ke Nepal. Setelah bantuan tahap pertama tiba pada 30 April 2015, bantuan tahap kedua pun diterbangkan pada Jumat 1 Mei 2015 kemarin.
Tim kemanusian Indonesia pun segera setelah tiba di Kathmandu, tim langsung mendirikan Posko Pencarian dan Evakuasi WNI di Nepal yang bertempat di Kathmandu Guest House (KGH), Thamel, Kathmandu.
Sementara unsur BNPB yang termasuk dalam tim Kemanusiaan Indonesia terus berkoordinasi dgn Kementerian Kesehatan Nepal untuk menentukan wilayah operasi bantuan kemanusiaan dan mencari lokasi pendirian tenda rumah sakit yang paling dekat dengan yang paling membutuhkan.
BNPB juga berkoordinasi dgn WHO dan tim internasional lainnnya, sambil menunggu peralatan pendukung medis dalam jumlah lebih besar yang akan datang Sabtu (2/5/2015) pukul 01.00 waktu kemanusiaan.
Indonesia juga turut mengirimkan bantuan ke Nepal. Setelah bantuan tahap pertama tiba pada 30 April 2015, bantuan tahap kedua pun diterbangkan pada Jumat 1 Mei 2015 kemarin.
Tim kemanusian Indonesia pun segera setelah tiba di Kathmandu, tim langsung mendirikan Posko Pencarian dan Evakuasi WNI di Nepal yang bertempat di Kathmandu Guest House (KGH), Thamel, Kathmandu.
Sementara unsur BNPB yang termasuk dalam tim Kemanusiaan Indonesia terus berkoordinasi dgn Kementerian Kesehatan Nepal untuk menentukan wilayah operasi bantuan kemanusiaan dan mencari lokasi pendirian tenda rumah sakit yang paling dekat dengan yang paling membutuhkan.
BNPB juga berkoordinasi dgn WHO dan tim internasional lainnnya, sambil menunggu peralatan pendukung medis dalam jumlah lebih besar yang akan datang Sabtu (2/5/2015) pukul 01.00 waktu kemanusiaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News