Di hadapan para pendukungnya, Mahathir meminta maaf. Dia mengatakan bertanggung jawab atas berkuasanya PM Malaysia saat ini, Najib Razak.
"Kesalahan terbesar saya dalam hidup adalah memilih Najib," ucapnya seperti dinukil dari laman Channel News Asia, Kamis, 3 Mei 2018.
"Saya ingin memperbaiki kesalahan ini, makanya saya mencoba melakukan yang terbaik untuk memperbaikinya," imbuh Mahathir.
Kata-kata tersebut juga pernah keluar dari mulut politikus Negeri Jiran ini kepada mantan Wakil PM Abdullah Badawi.
Saat ini, Najib tengah tersangkut kasus 1MDB yang memicu ketidakpuasan publik atas kepemimpinannya. Dalam beberapa tahun terakhir, elektabilitasnya terus melorot.
1MDB merupakan lembaga investasi yang didirikan pemerintah Malaysia dengan tujuan mendorong pembangunan ekonomi yang strategis dalam jangka panjang. 1MDB berinvestasi pada sejumlah proyek di seluruh dunia, kemudian keuntungannya dikembalikan pada rakyat Malaysia.
Mahathir mencoba untuk merebut kembali kursi kekuasaan dari tangan Najib. Dia menginginkan mantan muridnya, Anwar Ibrahim sebagai wakilnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News