Salah satu uji coba misil balistik Korut. (Foto: KCNA/AFP)
Salah satu uji coba misil balistik Korut. (Foto: KCNA/AFP)

Korut Klaim Telah Lakukan 'Tes yang Sangat Penting'

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 08 Desember 2019 12:04
Pyongyang: Korea Utara mengaku baru saja melakukan "tes yang sangat penting" di sebuah situs peluncuran satelit. Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, Minggu 8 Desember 2019, hasil dari tes ini akan digunakan untuk meningkatkan status strategis negara.
 
Sejumlah analis meyakini Korut telah melakukan uji coba mesin yang berfungsi sebagai sumber kekuatan dari sebuah peluncur satelit atau misil balistik antarbenua.
 
"Hasil dari tes terbaru ini sekali lagi berdampak penting untuk mengubah posisi strategis DPRK dalam waktu dekat," tulis laporan di KCNA, dikutip dari BBC. DPRK merupakan akronim dari nama resmi Korut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uji coba terbaru dilakukan di situs peluncuran Sohae. AS pernah mengatakan bahwa pemimpin Korut Kim Jong-un telah berjanji akan menutup situs tersebut.
 
Klaim uji coba ini muncul usai Korut terlihat telah menutup kesempatan untuk kelanjutan dialog nuklir dengan Amerika Serikat.
 
Duta Besar Korut untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kim Song menuding Washington hanya memanfaatkan negosiasi nuklir dengan Pyongyang demi kepentingan politik dalam negeri.
 
"Kami sudah tidak butuh bernegosiasi panjang dengan AS. Denuklirisasi sudah tidak dapat dinegosiasikan lagi," kata Dubes Kim
 
Korut telah meminta AS untuk segera mengubah sikapnya jika ingin melanjutkan dialog nuklir. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda AS dan Korut bersedia melanjutkan dialog.
 
Sabtu kemarin, Presiden AS Doonald Trump mengaku masih berharap dapat menyepakati sebuah perjanjian dengan Korut.
 
Trump menjadikan diplomasi dengan Korut sebagai fokus dari kebijakan luar negeri AS di tahun 2018. Namun ia gagal menghasilkan konsesi signifikan dalam hal denuklirisasi, meski sudah dua kali bertemu Kim Jong-un dalam konferensi resmi.
 
Inti dari negosiasi antara Trump dan Kim adalah, AS ingin Korut menghentikan seluruh program senjata nuklir. Jika itu terlaksana, maka AS akan mencabut rangkaian sanksi ekonomi yang telah dijatuhkan ke Korut.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif