Demonstran menilai aturan Madrid Central penting demi menjaga udara bersih di Madrid, Spanyol. (Foto: AFP)
Demonstran menilai aturan Madrid Central penting demi menjaga udara bersih di Madrid, Spanyol. (Foto: AFP)

Ribuan Warga Madrid Protes Pembekuan Aturan Anti-Polusi

Internasional politik spanyol polusi udara
Arpan Rahman • 30 Juni 2019 18:12
Madrid: Ribuan pengunjuk rasa membanjir sejumlah ruas jalan di Madrid, Spanyol, Sabtu 29 Juni, dalam menentang keputusan wali kota baru yang membekukan aturan anti-polusi gas buang kendaraan bermotor.
 
Pemerintahan Madrid yang dikuasai Partai Rakyat Spanyol memicu kemarahan warga usai menghentikan sementara larangan pengoperasian sebagian jenis mobil berbahan bakar tertentu di wilayah pusat kota.
 
Aturan anti-polusi ini awalnya diterapkan demi memastikan Madrid mematuhi ketentuan Uni Eropa mengenai udara bersih. Denda akan diterapkan kepada pelanggar aturan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Wali Kota Jose Luis Martinez-Almeida, yang baru menjabat pada 15 Juni lalu, membekukan aturan tersebut. Aturan anti-polusi kali pertama dikenalkan ke publik oleh mantan wali kota Madrid pada November 2018.
 
Martinez-Almeida didukung beberapa partai lain, termasuk Ciudadanos dan VOX. Mereka menentang aturan anti-polusi tersebut, yang juga dikenal dengan "Madrid Central."
 
Di tengah kondisi cuaca panas terik, para demonstran memenuhi jalanan Madrid dan menyerukan agar wali kota memberlakukan kembali aturan tersebut.
 
"Saya menginginkan Madrid Central," teriak seorang pedemo, dinukil dari BBC, Minggu 30 Juni 2019. Beberapa pengunjuk rasa lainnya membawa spanduk, termasuk yang bertuliskan, "saya ingin menghirup udara bersih."
 
Mariano Sanchez Bayle, seorang dokter anak yang telah penisun, mengatakan kepada surat kabar El Pais bahwa dirinya ikut serta dalam aksi protes demi "melindungi masyarakat" dari polusi.
 
Di bawah aturan anti-polusi, sebagian jenis mobil berbahan bakar tertentu dilarang beroperasi di area terlarang di Madrid yang luasnya berkisar radius lima kilometer. Pelanggar akan dikenai denda EUR90 atau setara Rp1,4 juta.
 
Sebuah laporan dari grup lingkungan Ecologists in Action mencatat bahwa level nitrogen dioksida -- polutan dari kendaraan bermotor -- di Madrid mencapai level terendah sejak 2010.
 
Terlepas dari laporan kesuksesan aturan tersebut, Martinez-Almeida tetap akan membekukannya. Pencabutan larangan tersebut mulai efektif per 1 Juli 2019.
 
Komisi Eropa telah melayangkan ancaman sanksi kepada Madrid jika standar kualitas udaranya tidak sesuai aturan UE.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif