Massa pro-demokrasi masih melakukan aksi protes di Hong Kong. Foto: AFP
Massa pro-demokrasi masih melakukan aksi protes di Hong Kong. Foto: AFP

Kisruh Politik Paksa Hong Kong Airlines Tunda Gaji Karyawan

Internasional hong kong Protes Hong Kong
Medcom • 29 November 2019 15:43
Hong Kong: Maskapai bertarif rendah Hong Kong Airlines mengatakan akan menunda pembayaran gaji kepada beberapa staf. Mereka melaporkan bisnisnya sangat terpengaruh oleh kekisruhan politik pro-demokrasi Hong Kong.
 
Aksi unjuk rasa selama hampir enam bulan di pusat keuangan internasional membuat sektor pariwisata serta maskapai penerbangan mendapat pukulan besar.
 
"Maskapai Hong Kong sangat terpengaruh oleh kerusuhan demonstransi di Hong Kong dan grafik permintaan pariwisata yang menurun," kata pernyataan maskapai itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bulan November menjadi bulan dengan pariwisata yang rendah. Pendapatan kami juga turun secara signifikan sehingga berdampak pada gaji kami untuk bulan itu," jelas pihak Hong Kong Airlines, dirilis dari AFP, Jumat, 29 November 2019.
 
Pembayaran gaji November bagi semua staf kecuali awak kabin dan karyawan di luar negeri ditunda sampai 6 Desember. Mereka bersikeras pengaturan gaji satu kali tidak mempengaruhi operasional sehari-hari kami.
 
Hong Kong Airlines yang dimiliki oleh HNA Group, perusahaan konglomerat Tiongkok, berupaya menurunkan beban utangnya.
 
Awal tahun ini, maskapai bertarif rendah lainnya ‘HK Express’ juga mengalami penurunan yang menyerupai Cathay Pacific. Mereka saling memberhentikan beberapa operasional.
 
Pada awal November, Biro Transportasi dan Perumahan Hong Kong memerintahkan maskapai untuk mengambil langkah tegas untuk memperbaiki situasi keuangannya.
 
Industri pariwisata di Hong Kong diberhentikan hampir enam bulan protes pro-demokrasi yang semakin keras, ditandai dengan kedatangan yang turun hingga setengahnya.
 
Krisis datang karena ekonomi sudah merasakan tekanan dari perang dagang Tiongkok-AS, yang jatuh ke dalam resesi selama kuartal ketiga.
 
Cathay juga sempat dilanda krisis, dengan penurunan jumlah penumpang dan dijatuhkan hukuman oleh Tiongkok karena beberapa stafnya menyuarakan dukungan untuk protes pro-demokrasi. Singapore Airlines, China Eastern, dan Virgin Australia semuanya memotong penerbangan ke Hong Kong tahun ini.
 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif