Pejabat Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa, Hendra Halim menuturkan dalam pertemuan ini juga akan dibahas isu lain di bidang politik dan keamanan, salah satunya mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine.
Hendra mengungkapkan ada 15 menteri luar negeri dari negara anggota dan mitra ASEM yang dikonfirmasi hadir dalam pertemuan tersebut. Dia menjelaskan, ASEM dianggap penting karena satu-satunya platform Eropa-Asia antara kepala negara.
Dalam pertemuan ASEM ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mewakili Indonesia akan menyampaikan beberapa hal.
"Pertama, konektivitas. Indonesia ingin menyampaikan konsep yang bisa kita laksanakan dalam konteks internasional maupun ASEAN," ujarnya.
Kerja sama maritim juga akan disampaikan Indonesia. Pasalnya, cakupan kerja sama ASEM luas, namun sebagai negara maritim, Indonesia ingin mempromosikan poros maritim dan penanggulangan ilegal fishing.
"Ketiga adalah gagasan ekonomi kepemudaan dan pendidikan. Kita ingin mempromosikan engagement interaksi lebih luar antara sesama anggota ASEM dalam bidang pendidikan," serunya.
Pertemuan ASEM ini terdiri dari 21 negara Asia dan 30 negara Eropa, yang jika ditotal mencukupi 57 persen produk domestik bruto (GDP) dunia. Selain itu, para negara ini memenuhi 66 persen perdagangan dunia.
Pertemuan ini akan dilakukan pada 20 hingga 21 November mendatang. Sementara itu, pertemuan ini merupakan persiapan untuk Konferensi Tingkat Tinggi di Belgia pada 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News