TKW bernama Rindu (kanan) kabur melalui saluran pembuangan sampah (kiri) apartemen majikannya di Singapura. (Foto: The Straits Time)
TKW bernama Rindu (kanan) kabur melalui saluran pembuangan sampah (kiri) apartemen majikannya di Singapura. (Foto: The Straits Time)

Kabur via Saluran Pembuangan Sampah, TKW Alami Patah Tulang

Willy Haryono • 21 Februari 2016 14:15
medcom.id, Singapura: Seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia mengalami cedera tulang belakang dan kaki setelah melarikan diri dari apartemen majikannya di Singapura. 
 
TKW bernama Rindu ini terluka cukup parah karena berusaha kabur melalui saluran pembuangan sampah yang sempit, dengan ukuran 28 x 19 sentimer. 
 
Entah bagaimana caranya, tubuh Rindu berhasil masuk ke saluran itu. Perempuan 28 tahun itu membuat semacam tali dan berusaha turun perlahan-lahan dari apartemen majikannya yang ada di lantai tujuh. 

Namun di tengah jalan, Rindu kehilangan pegangan dan terjatuh ke saluran yang sempit dan gelap. Tulang belakang dan kakinya terluka. 
 
"Saya hanya ingin pergi. Saya tidak peduli dengan luka-luka saya. Mungkin saya sudah gila," kata Rindu kepada surat kabar TNP, seperti dikutip singaporeseen.stomp.com, Sabtu (20/2/2016). 
 
Rindu mengaku depresi karena diperlakukan buruk oleh majikannya. Kementerian Tenaga Kerja Singapura masih mempertanyakan klaim Rindu. Majikan Rindu juga dilaporkan hendak menyewa pengacara atas kasus ini. 
 
Setelah berpikir selama lebih kurang tiga hari, Rindu memutuskan kabur melalui saluran pembuangan sampah. Ia tidak bisa melalui pintu apartemen karena dikunci secara elektronik. Bau sampah dan bahaya tidak dipedulikan Rindu.
 
"Saya ingin menghubungi polisi, tapi tidak tahu nomornya," ujar Rindu. 
 
Petugas kebersihan menemukan Rindu yang terluka di saluran pembuangan sampah. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura. Kakinya patah dan delapan cincin juga telah dipasangkan untuk menyangga tulang belakangnya. 
 
Pada pertengahan Januari, Rindu meninggalkan Singapura dan pergi ke Batam. Saat ini ia sedang memulihkan diri di sebuah penampungan. Keluarganya tidak mengetahui mengenai luka Rindu. 
 
"Saya hanya bilang saya ada di Batam dan baik-baik saja. Ibu saya berusia 65 tahun, dan saya tidak ingin membuatnya khawatir," ujar Rindu. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan