NEWSTICKER
Tim relawan menyemprotkan cairan disinfektan ke lingkungan warga di Korea Selatan. Foto: AFP
Tim relawan menyemprotkan cairan disinfektan ke lingkungan warga di Korea Selatan. Foto: AFP

Langkah KBRI Seoul Hadapi Wabah Korona

Internasional Virus Korona
Medcom • 25 Februari 2020 19:18
Jakarta: KBRI Seoul meningkatkan pelindungan WNI di Korea Selatan. Hal itu dilakukan menyusul mewabahnya kasus Covid -19 di Korsel.
 
Jumlah WNI di Korsel tercatat 37.043 orang. KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus korona.
 
Hal itu dilakukan secara langsung maupun berkoordinasi bersama simpul-simpul dan tokoh masyarakat mitra KBRI, paguyuban kedaerahan, mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jemaah Masjid Indonesia (JMI) dan juga Jemaat Gereja Indonesia (JGI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KBRI juga menghubungi mahasiswa dan masyarakat Indonesia di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan.
 
Kami terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait di Korsel maupun pemerintah pusat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan.
 
“Saya percaya Pemerintah Korea Selatan mampu menangani wabah ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap langkah-langkah penanganan pemerintah Korsel,” kata Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi dalam keterangan tertulisnya.
 
Baca: Pasien Korona Melonjak, KBRI Seoul Minta WNI Waspada
 
Selama beberapa pekan terakhir, KBRI mengintensifkan info langkah-langkah pencegahan dari paparan Covid-19. Tak ayal sarana komunikasi ini menjadi rujukan penting bukan saja buat masyarakat Indonesia di Korsel namun juga keluarga mereka di Indonesia.
 
“Saya terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti perkembangan melalui sumber-sumber terpercaya dan juga berbagai imbauan KBRI melalui media sosial KBRI Seoul,” kata Umar Hadi.
 
Dia menyebut menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan menjadi langkah utama pencegahan, selain menggunakan masker.
 
Beberapa hari terakhir hotline KBRI menjadi nomor rujukan masyarat di Korsel yang khawatir. Utamanya terkait ketersediaan masker, kondisi terkini di berbagai wilayah, hingga gejala Covid-19 dan lokasi rumah sakit rujukan. Hotline KBRI Seoul ini aktif 24 jam, 7 hari dalam sepekan.
 
Hingga 25 Februari Korsel telah melaporkan ada 977 kasus Covid-19. Angka ini tertinggi di luar Tiongkok, sebagai pusat penyebaran virus. KBRI Seoul secara aktif akan terus memantau perkembangan ini dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan sembari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus waspada.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif