medcom.id, Jakarta: Kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia diharapkan dapat menjadi modal untuk pencalonan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.
Karenanya, dalam pidatonya di hadapan beberapa duta besar negara sahabat yang ada di Indonesia dan perwakilan PBB, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan permintaannya untuk memilih Indonesia sebagai salah satu negara dalam DK PBB periode 2019 mendatang.
"Indonesia memiliki kemitraan yang panjang dan kuat dengan PBB. Indonesia terus bertambah aktif dalam pengembangan ekosistem perdamaian, stabilitas dan kemakmuran," ujar Menlu Retno membuka pidatonya dalam acara seminar 'Building Indonesia's Civilian Capacity and Its Role in Sustaining Peace', yang diselenggarakan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Jumat 27 Oktober 2017.
Retno menuturkan, menjaga perdamaian sudah ada dalam DNA Indonesia sebagai mandat dalam konstitusi. Karenanya, segera setelah Indonesia merdeka, dikirimlah pasukan helm biru pertama pada tahun 1957. Pasukan helm biru itu kita kenal sebagai penjaga perdamaian PBB.
Saat ini, tutur Retno, Indonesia menjadi negara yang masuk dalam 10 teratas kontribusi di operasi misi perdamaian PBB. "2.800 personel melayani sembilan negara, termasuk 64 di antaranya wanita. Salah satunya, Ratih Pusparini," seru Retno.
Dari hal ini, ada pelajaran yang diambil Indonesia, yaitu negara-negara yang muncul dari konflik sering menghadapi kekurangan dalam kapasitas yang dibutuhkan untuk menjahit perdamaian.
"Bagi Indonesia, agenda bagi perlindungan masyarakat sipil merupakan kesempatan untuk berbagai pengalaman dan perluasan kapasitas negara," ujarnya.
Dan pengalaman ini dijadikan kumpulan ahli yang berkualitas, termasuk di bidang dialog dan rekonsiliasi, demokrasi dan pemerintahan yang baik serta keadilan bagi hukum dan pembangunan inklusif.
"Penting agar kontribusi kami terhadap kedamaian secara aktif dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat termasuk melalui penguatan institusi pasca konflik dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan konklusif untuk mencegah konflik," kata dia.
Di akhir pidatonya, Retno mengatakan kontribusi Indonesia untuk perdamaian akan terus dijalankan bahkan jika terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.
"Indonesia siap berkontribusi menciptakan ekosistem dunia dari stabilitas dan perdamaian, bersinergi mempertahankan agenda perdamaian dan pembangunan. Saya mengandalkan dukungan Anda untuk pencalonan Indonesia di DK PBB," tutupnya.
Indonesia berencana mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020, yang proses pemilihannya akan dilaksanakan di New York pada Juni 2018. Indonesia akan bersaing dengan Maladewa untuk memperebutkan satu kursi yang tersedia bagi kelompok Asia Pasifik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News