Otoritas Filipina menyita 1.500 kura-kura langka di koper penumpang pesawat. (Foto: AFP).
Otoritas Filipina menyita 1.500 kura-kura langka di koper penumpang pesawat. (Foto: AFP).

1.500 Kura-Kura Langka Disita Otoritas Filipina

Internasional filipina penyelundupan hewan
Marcheilla Ariesta • 04 Maret 2019 21:06
Manila: Sebanyak 1.500 kura-kura eksotis yang langka disita pihak berwenang Filipina. Kura-kura yang masih hidup tersebut dieratkan dengan pita pengerat dan dimasukkan ke dalam koper milik penumpang.
 
“Pelaku berhasil kabur, dan saat ini sedang kami cari keberadaannya,” kata Kepala Bea Cukai Bandara Manila Carmelita Talusan, dilansir dari AFP, Senin 4 Maret 2019.
 
Dia mengatakan melihat gambar hewan-hewan langka tersebut dari mesin pemindai. Mereka disembunyikan di antara pakaian dan sepatu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penemuan ini terjadi pada Minggu 3 Maret 2019 di bagasi penumpang yang baru tiba dari Hong Kong. Penemuan ini terjadi kala Filipina bersumpah akan melakukan tindakan keras terhadap perdagangan satwa liar yang menguntungkan.
 
Talusan mengatakan awalnya mereka tidak menyangka jika kura-kura tersebut jumlahnya lebih dari seribu ekor. “Staf kami berhati-hati untuk tidak melukai mereka, karena perekat yang digunakan berfungsi untuk melumpuhkan kura-kura,” imbuhnya.
 
Dia mengatakan pihak berwenang tengah menyelidiki kasus penyelundupan ini dan telah mengidentifikasi penumpang. Pelaku akan menghadapi tuduhan pelanggaran hukum perdagangan satwa liar secara ilegal di negara tersebut, dengan hukuman maksimal dua tahun penjara.
 
Menurut biro kepabeanan, kura-kura yang disita tersebut nilainya sekitar USD87 ribu atau sekitar Rp1,2 miliar. Di antara hewan yang ditemukan, ada Kura-kura Bintang India, yang diklasifikasikan sebagai hewan ‘rentan’ oleh Serikat Internasional untuk Konservasi Alam.
 
Hewan-hewan ini kemungkinan akan dijual di Filipina atau diselundupkan lagi ke negara lain menggunakan dokumen palsu. “Ini bertujuan bisnis. Hewan-hewan itu mahal dan ini bisnis menggiurkan. Ada pembeli dan kolektor yang memperlakukan mereka sebagai hewan peliharaan,” kata Wakil Menteri Lingkungan Benny Antiporda.
 
“Kami akan meningkatkan upaya kami habis-habisan untuk melawan pasar gelap terhadap spesies yang terancam punah,” tegasnya.
 
Antiporda menambahkan Filipina akan berkomunikasi dengan pihak berwenang Tiongkok jika ingin mengambil kembali kura-kura yang kini dalam karantina dan perawatan di Manila.
 
Hasil tangkapan ini adalah yang terbaru dari serangkaian penyitaan satwa liar yang diselundupkan di bandara ibu kota. Bulan lalu, lebih dari 50 iguana ditemukan di bagasi penumpang dari Bangkok, dengan beberapa hewan tersembunyi di botol air dan kaus kaki.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif