Prancis menyumbang kapal untuk nelayan lokal Palu. (Foto: Dok. Kedubes Prancis Jakarta)
Prancis menyumbang kapal untuk nelayan lokal Palu. (Foto: Dok. Kedubes Prancis Jakarta)

Prancis Sumbang Rp16 Miliar untuk Palu dan Donggala

Internasional indonesia-prancis Gempa Donggala
Sonya Michaella • 14 Mei 2019 05:00
Palu: Badan Pembangunan Prancis atau French Development Agency memberikan sumbangan sebesar 1 juta Euro atau setara dengan Rp16,24 miliar untuk memperkuat pertahanan masyarakat pesisir di sekitar Kota Palu, yang pada September 2018 dilanda gempa bumi dan tsunami.
 
Bantuan tersebut diberikan kepada CCFD-Terre Solidaire, sebuah LSM Prancis yang bekerja sama dengan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) sebagai mitra pelaksana, untuk memulihkan alat-alat produksi beberapa komunitas pesisir yang hanya hidup dari mencari ikan di laut, dan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pendekatan yang lebih global dan inklusif yang berbasis masyarakat.
 
"Prancis menanggapi dengan cepat setelah terjadinya tsunami dan gempa bumi di Palu. 650 kapal akan diberikan kepada nelayan lokal," kata Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, Selasa 14 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyerahan bantuan ini disaksikan pula oleh anggota Parlemen Prancis Anne Gennetet yang kagum atas solidaritas rakyat Prancis dan Indonesia serta warga Palu yang tetap bertahan usai dilanda bencana.
 
Bantuan 650 kapal yang dilengkapi peralatan itu direncanakan untuk didistribusikan kepada para nelayan dan kelompok kelompok yang kehilangan kapal dan alat tangkap mereka setelah tsunami. Tak hanya itu, 100 ribu pohon juga akan ditanam di delapan desa yang ditargetkan.
 
Perjanjian pemberian bantuan tersebut ditandatangani oleh AFD dan CCFD pada 7 Mei 2019, disaksikan oleh Dubes Berthonnet, Gennetet, serta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
 
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 dan tsunami telah menghancurkan bagian utara Donggala dan barat laut Palu di Sulawesi Tengah pada akhir 2018. Setidaknya lebih dari 2.000 orang tewas, 12.500 orang terluka dan 1.300 orang hilang.
 
Selain itu, sekitar 68 ribu rumah, 78 bangunan komersial dan 265 sekolah hancur. Nelayan lokal kehilangan lebih dari 7.000 kapal penangkap ikan yang menjadi mata pencaharian mereka.
 
AFD bekerja di banyak sektor, diantaranya, energi, kesehatan, keanekaragaman hayati, air, teknologi digital, pelatihan--dan mendukung transisi ke dunia yang lebih aman, lebih adil dan lebih berkelanjutan. Melalui jaringan 85 agennya, AFD beroperasi di 109 negara dan saat ini mendukung lebih dari 3.600 proyek pembangunan.
 
AFD mulai beroperasi di Indonesia pada 2007 dengan mandat yang berfokus pada perang melawan perubahan iklim. Sejak itu, AFD telah memobilisasi lebih dari 2 miliar euro pembiayaan di Indonesia dan bertujuan untuk berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan kepentingan bersama.
 

(NUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif